Jumat, 25 Juni 2010

LAPORAN KEUANGAN

1 Pengertian Laporan Keuangan


Berikut merupakan beberapa pengertian laporan keuangan :

  • Laporan keuangan merupakan gambaran mengenai dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang dilasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya.
  • Laporan Keuangan adalah laporan pertanggungjawaban manajemen kepada pemakai tentang pengelolaan yang dipercayakan kepadanya
  • Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan dan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan




2 Tujuan Laporan Keuangan


Laporan keuangan bertujuan untuk :

  1. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai posisi dan hasil keuangan perusahaan pada periode tertentu.
  2. Memberikan informasi keuangan yang dapat membantu pihak-pihak yang berkepentingan untuk menilai kondisi dan potensi perusahaan.
  3. Memberikan informasi lainnya yang relevan dengan kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan tersebut.


3 Macam-Macam Laporan Keuangan


Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari :

  1. Neraca
    Laporan yang menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Keadaan keuangan ini ditunjukkan dengan jumlah harta yang dimiliki (aktiva) dan jumlah kewajiban perusahaan (pasiva). Aktiva adalah investasi didalam perusahaan dan pasiva adalah sumber-sumber yang digunakan untuk investasi tersebut.
  2. Laporan Rugi Laba
    Laporan yang menunjukkan pendapatan dan biaya dari suatu unit usaha untuk periode tertentu. Selisih antara pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita perusahaan.
  3. Laporan Perubahan Ekuitas
    Laporan yang menjelaskan perubahan modal, laba yang ditahan, agio dan disagio. Laporan ini menggambarkan saldo dan perubahan hak pemilik yang melekat pada perusahaan.
  4. Laporan Arus Kas
    Laporan keuangan yang memuat sumber dan penggunaan dana selama periode tertentu.Perolehan dan penggunaan dana ini disebabkan oleh aktivitas operasi, aktivitas pendanaan dan aktivitas investasi.
  5. Catatan atas Laporan Keuangan
    Penjelasan umum tentang perusahaan, kebijakan akuntansi yang dianut dan penjelasan tiap akun neraca dan laba rugi Bila penjelasan tiap akun neraca dan laba rugi harus dirinci, maka dijabarkan dalam lampiran.


4 Pemakai Laporan Keuangan


Berdasarkan SAK, para pemakai laporan keuangan terdiri dari :

  • Investor
    Investor membutuhkan informasi keuangan untuk menentukan apakah
    harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut serta untuk menilai terhadap kemampuan perusahaan dalam membayar deviden.
  • Kreditur (Pemberi Pinjaman)
    Para kreditur membutuhkan informasi keuangan untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
  • Pemasok dan kreditur usaha lainnya
    Pemasok dan kreditur usaha lainnya membutuhkan informasi keuangan yang memungkinkan mereka memutuskan apakah jumlah hutang akan dibayar saat jatuh tempo. Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada kreditur
  • Para pemegang saham
    Para pemegang saham membutuhkan informasi mengenai kemajuan perusahaan, pembagian keuntungan yang akan diperoleh dan penambahan modal untuk rencana bisnis berikutnya.
  • Pelanggan
    Para pelanggan membutuhkan informasi tentang kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan atau bergantug pada perusahaan.
  • Pemerintah
    Pemerintah membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
  • Karyawan
    Karyawan tertarik pada informasi yang memungkinkan untuk melakukan penilaian atas kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
  • Masyarakat
    Masyarakat membutuhkan informasi mengenai kecenderungan dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta aktivitasnya.

5 Keterbatasan Laporan Keuangan


Laporan keuangan menggambarkan kondisi secara umum dari perusahaan. Oleh karena itu, laporan keuangan tidak terlepas dari kesalahan - kesalahan sebagai berikut:

  • Penyajian dikelompokkan pada akun-akun yang material, tidak bisa rinci sekali. Kalau sangat rinci laporan keuangan akan setebal bantal.
  • Laporan keuangan sering disajikan terlambat, sehingga infornasinya kadaluwarsa. Keterlambatan sebenarnya bergantung pada ketertiban administrasinya.
  • Laporan keuangan menekankan pada harga perolehan sehingga jika terjadi perubahan nilai perlu dilakukan penyesuaian.
  • Penyajian laporan keuangan dilakukan dengan bahas teknis akuntansi sehingga bagi orang awam perlu belajar dulu, tetapi bagi pelaku bisnis akan mudah karena menggunakan bahasa bisnis.
  • Laporan keuangan mengikuti SAK yang mungkin terjadi perubahan aturan setiap tahun. IAI terus melakukan penyempurnaan SAK untuk mencapai harmonisasi dengan standar akuntansi internasional.

Namun demikian, manfaatnya sangat besar dibandingkan keterbatasannya karena kita dapat melihat gambaran umum perusahaan dari satu set laporan tersebut. Tanpa melihat fisik perusahaan, pembaca laporan keuangan dapat memperkirakan bagaimana besarnya dan efisiensi perusahaan. Karena adanya keterbatasan tersebut, dalam membaca laporan keuangan perlu berhati-hati dan perlu dilengkapi informasi lainnya.

6 Analisis Laporan Keuangan


Analisis adalah memecahkan atau menguraikan sesuatu menjadi bagian unit terkecil. Analisis laporan keuangan menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungan antara data-data tersebut untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Tujuan analisis laporan keuangan:

  1. Menilai kemampuan perusahaan untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan beserta bunga yang berkaitan dengan pinjaman tersebut.
  2. Bagi karyawan berguna dalam mengetahui apakah perusahaan yang dimasuki memiliki prospek keuangan yang bagus.
  3. Bagi pemerintah berguna dalam menentukan besarnya pajak yang dibayarkan.
  4. Bagi manajemen berguna dalam menentukan sejauh mana perkembangan perusahaan sehingga dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan untuk perencanaan atau mengevaluasi perubahan strategi.
  5. Untuk mengetahui kondisi keuangan pesaing yang berguna dalam penentuan strategi harga, strategi merebut pangsa pasar dan lainnya.

Dalam menganalisa laporan keuangan suatu perusahaan diperlukan ukuran tertentu. Ukuran yang sering digunakan adalah rasio. Rasio adalah alat untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data keuangan.
Dalam mengadakan analisa rasio keuangan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

  1. Membandingkan rasio sekarang dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama.
  2. Membandingkan rasio dari suatu perusahaan dengan rasio yang sama dari perusahaan lain yang sejenis atau industri untuk waktu yang sama.


DAFTAR PUSTAKA





Alam S., 2001, Akuntansi Jilid 1 untuk SMU Kelas 1, Erlangga, Jakarta.

Amin Widjaja, 2009, Intisari Akuntansi, Harvarindo, Jakarta.

Bambang Riyanto, 2001, Dasar-Dasar pembelanjaan Perusahaan Edisi Ke 4, BPFE, Yogyakarta.

Darsono dan Ashari, 2004, Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan, ANDI, Yogyakarta.

Hadri Mulya, 2008, Memahami Akuntansi Dasar : Pendekatan Teknis Siklus Akuntansi, Mitra Wacana Media, Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia 2002, Standar Akuntansi Keuangan Per 1 April 2002, Salemba Empat, Jakarta.

Lapoliwa N., 2002, Akuntansi Perbankan, Institut Bankir Indonesia, Jakarta.

Hanafi, Mamduh M. dan Abdul Halim, 2007, Analisis Laporan Keuangan
Edisi Ke 3, UPP STIM YKPN, Yogyakarta.

S. Munawir, 2004, Analisis Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta.

Zaki Baridwan, 2004, Intermediate Accounting Edisi Ke 8, BPFE, Yogyakarta.

Selengkapnya...

AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

BAB I
PENDAHULUAN



Mata Kuliah Pengantar Akuntansi 2 adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang informasi yang dihasilkan dari suatu proses.Biasanya akuntansi identik dengan hal-hal yang berkaitan keuangan..Dalam makalah ini,kami mengutarakan bahasan mengenai Akuntansi Perusahaan Jasa.. Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menyediakan berbagai pelayanan kepada anggota masyarakat yang memerlukan.Makalah ini menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan akuntansi perusahaan Jasa, seperti siklus akuntansi jasa, jurnal umum, posting serta neraca saldo.Untuk lebih jelasnya akan dibahas pada bab Pembahasan.



BAB II
PEMBAHASAN


2.1 AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA


Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menyediakan berbagai pelayanan kepada anggota masyarakat yang memerlukan. Beberapa contoh Bidang-Bidang dalam Usaha Jasa ialah:


  • Transportasi : Perusahaan taksi dan bis, dan lain-lain.
  • Komunikasi : Pengusaha wartel, penerbit surat kabar, dan lain-lain.
  • Persewaan : Per sewa gedung pertemuan, alat-alat berat.
  • Keahlian : Penjahit, salon kecantikan, dan lain-lain.e) Profesi : Notaris, Biro konsultan, dan lain-lain.



Perusahaan Jasa memiliki Ciri-Ciri sebagai berikut.


  • Kegiatan usahanya selalu membantu orang lain / badan lain dengan menerima balas jasa.
  • Pembelian barang oleh perusahaan jasa (bahan habis pakai / perlengkapan dan peralatan) tidak untuk diolah atau dijual kembali tetapi untuk memberikan pelayanan kepada pemakai jasa.
  • Pendapatannya diperoleh dari penjualan jasa.
  • Laba usaha diperoleh dari pendapatan jasa dikurangi dengan biaya-biaya usaha.



2.2 TAHAP – TAHAP SIKLUS AKUNTANSI



  1. Tahap Pencatatan
    Siklus akuntansi dimulai dengan adanya suatu transaksi / kejadian yang harus dicatat. Tahap pencatatan meliputi pencatatan-pencatatan dalam bukti transaksi / bukti pembukuan, jurnal, dan buku besar.

    • Transaksi, yaitu tindakan yang mengakibatkan perubahan aktiva / kewajiban dan ekuitas /modal yang berhubungan dengan pihak luar.
      Contoh : - Pembelian barang, perlengkapan, dan peralatan
      * Penjualan barang atau jasa
      * Pembayaran utang usaha
      * Pembayaran beban sewa, gaji
      * Penerimaan pendapatan, piutang usaha

    • Kejadian, yaitu tindakan yang terjadi di dalam perusahaan (transaksi intern).
      Contoh :
      * Penyusutan aktiva tetap
      * Pemakaian perlengkapan
      * Pembentukan cadangan piutang tak tertagih


  2. Tahap Pengikhtisaran

    • Memproses hasil pencatatan selama periode akuntansi dan menyesuaikannya dengan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.
    • Tahap ini meliputi penyusunan neraca saldo, jurnal penyesuaian, penutupan buku besar, dan neraca sisa setelah penutupan.

  3. Tahap Pelaporan

    • Penyusunan laporan keuangan yang bersumber dari hasil pengikhtisaran.
    • Pembuatan laporan keuangan berdasarkan akun – akun buku besar.
    • Laporan keuangan dapat disusun setelah membuat penyesuaian dan memasukkannya ke dalam akun buku besar atau setelah menyusun kertas kerja.


2.3 PENCATATAN DALAM BUKTI TRANSAKSI


Bukti Transaksi

Sumber bukti pencatatan dapat dibedakan menjadi :

  1. Bukti Intern, merupakan bukti pencatatan transaksi yang dilakukan di lingkungan perusahaan itu sendiri. Misalnya, memo pencatatan antarbagian atau manajer dengan bagian-bagian yang ada di perusahaan.

  2. Bukti Ekstern, adalah bukti pencatatan transaksi yang berhubungan dengan pihak di luar perusahaan seperti :


  • Faktur adalah bukti pembelian / penjualan barang secara kredit.
  • Kuitansi adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut.
  • Nota Kontan adalah bukti atas pembelian sejumlah barang secara tunai.
  • Nota Kredit adalah nota yang dibuat perusahaan sehubungan barang yang dijual tidak cocok dengan pesanan / rusak.
  • Cek adalah surat perintah bayar kepada bank sebesar jumlah uang yang tercantum dalam cek tersebut kepada seseorang atau orang yang membawa cek tersebut.

Analisis Bukti Pencatatan

Setiap bukti transaksi yang akan dicatat ke dalam jurnal perlu dianalisis terlebih dahulu. Hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis transaksi :

  • Tentukan pengaruh penambahan dan pengurangan harta, utang, modal, pendapatan, dan beban.
  • Tentukan perkiraan apa saja yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut.
  • Tentukan debet / kredit dari akun yang bersangkutan.
  • Tentukan jumlah yang harus didebet / dikredit.


Hal ini merupakan penerapan sistem pembukuan berpasangan, yaitu setiap transaksi yang terjadi akan dicatat dalam dua sisi, sehingga jelas pengaruhnya terhadap harta, utang, modal, pendapatan, dan biaya. Prinsip utama sistem ini adalah setiap transaksi akan dicatat dengan mendebet / mengkredit dari satu unit atau lebih dengan jumlah yang sama.



Jurnal

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu) dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlahnya masing-masing. Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai “the book of original entry”.



Buku Besar

Buku besar merupakan hasil dari analisis transaksi setelah jurnal. Buku besar adalah kumpulan dari akun – akun yang saling berhubungan dan merupakan suatu kesatuan, misalnya pada semua akun yang digunakan dalam pembukuan sebuah perusahaan.



2.4 JURNAL UMUM



  • Pengertian Jurnal Umum
    Jurnal umum adalah buku untuk mencatat analisis tiap transaksi secara kronologis atau beraturan sesuai dengan tanggal kejadian. Jurnal umum perlu dibuat untuk menjaga keseimbangan perkiraan didalam buku besar, serta untuk menghindari terjadinya kesalahan didalam mendebit dan mengkredit perkiraan-perkiraan.

  • Prosedur Jurnal Umum
    Prosedur jurnal umum dibagi atac beberapa macam:

    • Setiap lembar jurnal harus diberi nomor halaman untuk memudahkan penelusuran transaksi dari perkiraan ke jurnal.
    • Tahun pembuatan jurnal harus dicantumkan pada awal lembar jurnal sebelah kiri atas.
    • Tanggal dan bulan dicatat pada kolom “ Tanggal “ dan harus berurutan sesuai dengan transaksinya.
    • Perkiraan yang didebit ditulis menepi kekiri pada kolom uraian.
    • Perkiraan yang dikredit ditulis menepi kekanan pada kolom uraian.
    • Jumlah yang didebet ditulis pada kolom debit.
    • Jumlah yang dikredit ditulis pada kolom kredit.
    • Untuk setiap jurnal dibuat garis penutup yang memisahkannya dengan jurnal lain.
    • Kolom referensi akan berguna sebagai referensi silang.

2.5 POSTING


Setelah pencatatan kedalam jurnal selesai, maka tahap selanjutnya adalah memindahkan catatan yang terdapat dalam jurnal kebuku besar. Pemindahan catatan dari jurnak kebuku besar ini disebut Posting.



Kegiatan posting memerlukan empat tahap, yaitu:


  1. Pembuatan rekapitulasi jurnal
  2. Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi
  3. Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan.
  4. Pengembalian rekening terhadap arsip pada urutannya semula.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pemindahbukuan kebuku besar adalah sebagai berikut.

  1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal kelajur akun yang bersangkutan.
  2. Pindahkan jumlah debet atau kredit yang ada dalam jurnal kelajur debet atau kredit akun yang bersangkutan.Jika menggunakan bentuk akun yang ada kolom sisanya maka langsung dihitung sisanya.
  3. Catat nomor kode akun kedalam kolom referensi jurnal sebagi tanda jumlah jurnal telah dipindahkan kebuku besar.
  4. Catat nomor halaman jurnal kedalam kolom referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
  5. Penjelasan singkat dalam kolom “keterangan” dapat dipindahkan kekolom yang sama diperkiraan.Kebanyakan penjelasan ini diabaikan.
    Sebagai gambaran, perhatikan contoh berikut.


2.6 Neraca Saldo


Adalah semua transaksi yang terjadi selama periode berjalan diposting yang berguna untuk memverivikasikan bahwa saldo debit dan saldo kredit jumlahnya sama dan saldo rekening yang ada diambil langsung dari saldo rekening buku besar yang belum dilakukan penyesuaian.




BAB III


PENUTUP



  1. Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menyediakan berbagai pelayanan kepada anggota masyarakat yang memerlukan.
  2. Siklus Akuntansi meliputi tahap pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan. Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu) dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlahnya masing-masing.
  3. Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai “the book of original entry”.
  4. Buku besar merupakan hasil dari analisis transaksi setelah jurnal. Buku besar adalah kumpulan dari akun–akun yang saling berhubungan dan merupakan suatu kesatuan, misalnya pada semua akun yang digunakan dalam pembukuan sebuah perusahaan.
  5. Neraca Saldo adalah semua transaksi yang terjadi selama periode berjalan diposting yang berguna untuk memverivikasikan bahwa saldo debit dan saldo kredit jumlahnya sama dan saldo rekening yang ada diambil langsung dari saldo rekening buku besar yang belum dilakukan penyesuaian



BAB IV

DAFTAR PUSTAKA


Machmud,Ali.1993.Pengantar Akuntansi 1.Jakarta:Gunadarma

Mulyati.1999.Siklus Akuntansi untuk tingkat 1 SMK.Jakarta:Yudistira

Ristanti,Euis.1999.Akuntansi.untuk SMU kelas 1.Bandung: Grafindo Media Pratama

Simangunsong.2005.Pengantar Akuntansi 1.Jakarta:FE UI
Selengkapnya...

Tugas 3 Manajemen Strategik (Softskill)

Jelaskan Model Analisis lingkungan Persaingan industri dari Michael Porter?


Jawab :


Porter menyatakan bahwa kelima kekuatan bersaing tersebut dapat mengembangkan strategi persaingan dengan mempengaruhi atau mengubah kekuatan tersebut agar dapat memberikan situasi yang menguntungkan bagi perusahaan.


Ruang lingkup kelima kekuatan bersaing tersebut, antara lain:


  1. Ancaman pendatang baru, yang dapat ditentukan dengan hambatan masuk ke dalam industri, antara lain, hambatan harga, respon incumbent, biaya yang tinggi, pengalaman incumbent dalam industri, keunggulan biaya, differensiasi produk, akses distribusi, kebijakan pemerintah dan switching cost.


  2. Kekuatan tawar-menawar pemasok, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tingkat konsentrasi pasar, diversifikasi, switching cost, organisasi pemasok dan pemerintah.


  3. Kekuatan tawar-menawar pembeli, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain differensiasi, konsentrasi, kepentingan pembeli, tingkat pendapatan, pilihan kualitas produk, akses informasi, dan switching cost.


  4. Ancaman produk subtitusi, yang ditentukan oleh harga produk subtitusi, switching cost, dan kualitas produk.


  5. Persaingan di dalam industri, yang ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu pertumbuhan pasar, struktur biaya, hambatan keluar industri, switching cost, pengalaman dalam industri, dan perbedaan strategi yang diterapkan.







Sebutkan meliputi apa saja yang dimaksud dengan halangan masuk dalam persaingan? Kemudian jelaskan pengertiannya (dua aspek saja)?


Jawab :

Hambatan untuk memasuki industri (entry baarier) :

  1. Skala ekonomi (economics scale) : skala ekonomi menghalangi masuknyapendatang baru dengan cara memaksa mereka untuk masuk pada skala besar.


  2. Diferensiasi produk (product differentiation) : diferensiasi produk menciptakan hambatan masuk dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi kesetiaan pelanggan yang ada.


  3. Persyaratan modal (capital requirement)

  4. Biaya peralihan pemasok (switching cost) : biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berppindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya.


  5. Akses ke saluran distribusi


  6. Kebijakan pemerintah




Jelaskan pengertian SWOT?



Jawab :


SWOT merupakan singkatan dari Strenght (kekuatan),Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), Threat (ancaman).


Strenght adalah kekuatan yang dimiliki sebuah perusahaan. Kekuatan yang dimaksud adalah suatu kelebihan yang dimiliki perusahaan dalam mengelola kinerja perusahaannya. Antara lain kekuatan dalam mengolah input (SDA, SDM, modal, dan manajemen) untuk menghasilkan output yang bernilai tinggi serta dapat bersang di dunia bisnis.


Weakness adalah kelemahan-kelemahan yang dimiliki perusahaan. Dalam hal ini setiap perusahaan harus mampu meminimalkan dampak kelemahan yang mereka miliki terhadap kinerja perusahaan. Mereka juga harus mampu menindaklanjuti kelemahan yang mereka miliki agar dapat menemukan solusi dan strategi yang jitu untuk menembus pasar.


Opportunity adalah peluang perusahaan untuk meningkatkan daya saing serta untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pemenuhan kebutuhan berupa produk-produk yang berkualitas di pasaran. Peluang ini juga digunakan untuk memperluas jaringan pemasaran produk yang mereka hasilkan.


Threat adalah ancaman bagi perusahaan baik itu dari luar maupun dari dalam. Ancaman yang datang dari dalam dapat berupa adanya perpecahan yang timbul akibat suatu perbedaan tujuan dan pandangan antara satu divisi dengan divisi lain atau salah paham antar individu atau kelompok dalam sebuah organisasi perusahaan. Ancaman yang datang dari luar dapat berupa penilaian seputar dimensi makro, faktor-faktor ekonomi ( naik turunnya harga bahan baku, krisis ekonomi ), sosial budaya, pasar, biaya, pesaing, pelanggan, pemerintah, politik dan teknologi



Buat contoh analisis SWOT pada suatu institusi/perusahaan?



Jawab :

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM) adalah perusahaan penyelenggara bisnis T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and Edutainmet) terbesar di Indonesia. Dengan portofolio yang terdiri dari sembilan anak perusahaan konsolidasi yang bergerak di bidang telepon tidak bergerak, seluler, aplikasi, konten, komunikasi data, property dan konstruksi, Telkom Group adalah salah satu dari perusahaan BUMN terbesar di Indonesia, yang memiliki sekitar Rp.139.104 miliar kapitalisasi pasar di BEI pada akhir tahun 2008. Telkom adalah pemain paling dominan dalam industri telekomunikasi.


Dari kondisi tersebut menarik kiranya bila mencari tahu bagaimana perencanaan strategis Telkom dalam menjalankan usahanya. Dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT dan PESTEL, maka kita akan mengetahui kondisi internal dan eksternal Telkom. Dari hasil tersebut akan dapat disimpulkan mengenai perencanaan strategis Telkom.


Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.


Strengths (Kekuatan)


  • Telkom memiliki kekuatan finansial yang besar. Hal ini memudahkan Telkom untuk melakukan investasi peralatan telekomunikasi yang mahal. Selain itu, mereka juga telah memiliki jaringan dan infrastruktur yang luas mencakup segenap wilayah tanah air sehingga memudahkan untuk melakukan ekspansi dan penetrasi pasar.


  • Sepanjang tahun 2008, jumlah pelanggan Perusahaan terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Jumlah pelanggan akses internet broadband, sambungan tidak bergerak nirkabel dan seluler mengalami pertumbuhan tahunan yang signifikan, masing-masing sebesar 168%, 100% dan 36%. Telkom terus mendominasi pasar domestik di produk-produk: seluler, sambungan tidak bergerak nirkabel dan akses internet broadband. Untuk produk seluler, pangsa pasar (per 31 Desember 2008) adalah 47.0% untuk Telkomsel, 26.0% untuk Indosat, dan 19.0% untuk Excelcomindo. Jumlah pelanggan Telkomsel sebanyak 65.3 juta, Indosat sebanyak 36.5 juta, dan Excelcomindo sebanyak 25,6 juta.


  • Pilihan produk dan cakupan serta beragam jenis layanan yang ditawarkan merupakan keunggulan strategis yang dimiliki Telkom. Kapasitas dan infrastruktur Telkom juga menyediakan landasan yang kokoh dalam memenuhi kebutuhan di masa mendatang untuk kecepatan, konektivitas dan pilihan yang lebih baik.


  • Dari sisi keuangan, Telkom terus menunjukkan arus kas yang kuat dan rasio hutang terhadap ekuitas yang sehat. Posisi ini memperkuat kemampuan Telkom untuk mengumpulkan modal guna pengembangan jika dan ketika dibutuhkan.


  • Sejumlah departemen dan instansi Pemerintah (tidak termasuk BUMN) membeli layanan Telkom sebagai pelanggan langsung, dengan termin yang dinegosiasikan secara komersil. Telkom tidak memberikan layanan secara cuma-cuma atau yang berbasis perusahaan sejenis. Telkom berurusan dengan berbagai departemen dan instansi Pemerintah sebagai pelanggan secara terpisah satu dengan lainnya.


Weakness (Kelemahan)


  • Jumlah pekerjanya terlampau besar; sehingga kurang efisien dan boros dalam anggaran untuk gaji pegawainya. Selain itu, sebagai BUMN, mereka juga relatif dibebani dengan beragam peraturan dan regulasi yang acap membuat mereka lamban dalam mengambil keputusan strategis. Juga intervensi dari pemerintah kadang membuat mereka juga tidak bisa bersikap dinamis dengan perubahan pasar.
  • Langkah strategis merger & akuisisi, investasi & divestasi serta pengelolaan anak perusahaan mengandung peluang dan risiko yang dapat mempengaruhi performansi keuangan perusahaan. Telkom masih memerlukan waktu untuk memastikan bahwa langkah-langkah strategis yang diambil membawa dampak positif bagi pertumbuhan perusahaan. Dalam hal ini langkah-langkah yang diambil tersebut dapat menimbulkan dampak negatif yang material bagi perusahaan.
  • Kepentingan Pemegang Saham Pengendali dapat berbeda dengan kepentingan Pemegang Saham Telkom lainnya. Pemerintah sebagai pemegang saham pengendali sebesar 52,47% dari jumlah saham Telkom yang diterbitkan dan beredar serta memiliki kemampuan untuk menentukan keputusan bagi hampir seluruh tindakan yang memerlukan persetujuan dari para pemegang saham Telkom. Pemerintah juga merupakan pemegang satu lembar saham Dwiwarna Telkom, yang memiliki hak suara khusus dan hak veto untuk hal tertentu, termasuk pemilihan dan pemberhentian Direksi dan Komisaris Telkom.
  • Kebocoran Pendapatan berpotensi terjadi akibat kelemahan internal dan masalah eksternal dan jika terjadi dapat menimbulkan kerugian pada hasil usaha Telkom. Dalam operasional pelayanan pelanggan sejak saat proses aktivasi awal sebagai pelanggan, penggunaan fasilitas teleomunikasi, proses billing hingga proses penagihan dan pembayaran tagihan terdapat beberapa titik potensi kebocoran pendapatan yang disebabkan oleh kemungkinan terjadinya kelemahan kontrol pada level transaksi, kemungkinan terlambatnya proses transaksi dan kemungkinan adanya kecurangan yang dilakukan oleh pelanggan. Telkom telah melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kebocoran pendapatan melalui peningkatan fungsi kendali pada bisnis proses yang ada saat ini, mengimplementasikan metoda revenue assurance, menerapkan kebijakan dan prosedur yang memadai, serta mengimplemetasikan sistem informasi atau aplikasi untuk mencegah terjadinya kebocoran pendapatan. Namun demikian hal tersebut tidak menjamin di kemudian hari tidak terjadi risiko kebocoran pendapatan yang jika terjadi akan dapat menimbulkan dampak buruk pada hasil usaha Telkom.


Opportunity (Peluang)


  • Industri telekomunikasi dan informasi akan terus memiliki peranan penting di Indonesia seiring pertumbuhan yang berkesinambungan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh sebab itu, inovasi dan strategi investasi didasari oleh pandangan jangka panjang untuk menempatkan posisi Telkom di industri yang senantiasa berubah dengan cepat serta memastikan bahwa Telkom selalu menjadi pemimpin pasar.


  • Undang-undang No. 11/2008 terkait dengan transaksi dan informasi secara elektronik, memungkinkan Telkom dapat memperluas peluang usaha di bidang informasi dan transaksi elektronik, termasuk e-payment.

  • Permintaan masyarakat yang tinggi akan akses internet merupakan pasar yang sangat potensial. Selain itu jumlah penduduk Indonesia yang besar, dan baru sedikit yang telah memiliki akses broadband internet, tentu merupakan peluang pasar yang sangat baik bagi pertumbuhan bisnis Telkom. Telkom memiliki perkembangan teknologi internet yang sangat pesat di Indonesia.


Threats (Ancaman)


  • Masyarakat semakin menuntut mobilitas dan fleksibilitas dari alat komunikasinya, telepon rumah “tradisional” tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan adanya perubahan terhadap gaya hidup migrasi ke arah seluler dan pilihan produk mobile lainnya tidak lagi dapat dihentikan dan kondisi tersebut dapat berdampak pada bisnis telepon tidak bergerak kabel. Saat ini Telkom masih menguasai 90% dari pangsa pasar yang dan bisnis telepon tradisional dan menjadi pendapatan utama Telkom.


  • Kondisi persaingan akan menjadi semakin ketat, para operator bertarung untuk mendapatkan pelanggan-pelanggan yang jumlahnya makin kecil. Semakin kompetitifnya pasar telekomunikasi Indonesia sebagai akibat dari reformasi peraturan pemerintah. Menurut Komisaris Utama Telkom, tekanan persaingan dan berbagai perubahan regulasi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan pendapatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dalam tiga tahun terakhir, persaingan yang berkenaan dengan bisnis multimedia, internet, dan layanan yang terkait dengan komunikasi data semakin ketat terutama sehubungan dengan dikeluarkannya lisensi baru sebagai hasil dari deregulasi industri telekomunikasi Indonesia. Telkom memperkirakan persaingan ini akan terus berlanjut dan semakin ketat. Penyedia layanan multimedia, internet dan layanan yang terkait dengan komunikasi data di Indonesia pada dasarnya bersaing dalam hal harga, rentang layanan yang disediakan, kualitas jaringan, jangkauan jaringan dan kualitas layanan kepada pelanggan.


  • Reformasi menghasilkan regulasi baru yang berlaku mulai bulan September 2000, yang dimaksudkan untuk meningkatkan persaingan dengan penghapusan monopoli, meningkatkan transparansi dan memberi gambaran mendatang yang jelas tentang kerangka regulasi, menciptakan peluang bagi aliansi strategis dengan mitra asing dan memfasilitasi masuknya pemain baru dalam industri telekomunikasi.


  • Pada bulan Desember 2007, Menkominfo mengeluarkan keputusan No. 43/2007 yang menuntut pembukaan akses jaringan telepon tidak bergerak kabel dan jaringan telepon tidak bergerak nirkabel untuk operator lain sebelum tenggat waktu itu apabila Indosat atau operator berlisensi lainnya mencapai ambang batas jumlah pelanggan tertentu. Berdasarkan keputusan ini, Telkom diwajibkan membuka akses jaringan telepon tidak bergerak nirkabel kepada Indosat atau operator berlisensi lainnya yang mencapai jumlah pelanggan setara 30% untuk Indosat atau 15% untuk operator lain dari jumlah pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel Telkom. Telkom diwajibkan pula membuka akses jaringan telepon tidak bergerak kabel dan jaringan telepon tidak bergerak nirkabel kepada Indosat atau operator berizin lainnya yang mencapai jumlah pelanggan layanan terminal telepon tidak bergerak kabel dan telepon tidak bergerak nirkabel setara 15% dari gabungan pelanggan Telkom. Pada bulan September 2007, Menkominfo menerbitkan lisensi SLI kepada Bakrie Telecom dengan kode akses internasional ”009”. Pada tanggal 16 Desember 2008, Menkominfo juga menerbitkan lisensi SLJJ kepada Bakrie Telecom, sehingga menambah jumlah operator SLJJ menjadi tiga operator. Akibat hal tersebut dua operator lainnya yaitu Telkom dan Indosat diwajibkan untuk membuka kode akses SLJJ masing-masing untuk penyelenggara jaringan tetap tidak bergerak lokal di setiap kode area yang memenuhi persyaratan jumlah LIS.


  • Tidak ada jaminan bahwa situasi politik di Indonesia akan stabil atau Pemerintah akan menerapkan kebijakan ekonomi yang kondusif untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi atau yang tidak berdampak negatif terhadap kondisi regulasi telekomunikasi pada saat ini.


  • Kemungkinan krisis keuangan global akan berdampak buruk secara material terhadap Telkom. Indonesia telah merasa efek krisis keuangan global. Laju inflasi meningkat, negara-negara pengimpor menurunkan pesanannya dan nilai ekspor ikut menurun. Beberapa perusahaan melaksanakan program-program penurunan jumlah karyawan dan cuti tanpa gaji. Seluruh faktor tersebut mengakibatkan penurunan tingkat pembelanjaan konsumen, yang telah berdampak negatif terhadap pendapatan Telkom.


  • Jaringan Telkom, khususnya jaringan akses kabel , dapat menghadapi potensi ancaman keamanan, seperti pencurian atau vandalisme yang dapat berdampak pada hasil usahanya.


  • Adanya teknologi telpon seluler telah menggerus pendapatan Telkom dalam produk telpon tetap di rumah (fixed phone). Jika kecenderungan ini terus berlanjut, maka pendapatan mereka dari telpon rumah bisa hilang atau lenyap sama sekali dan ini sangat membahayakan bisnis mereka, sebab sebagian besar pendapatan mereka disumbang oleh telpon rumah. Selain itu, adanya teknologi-teknologi baru yang mulai hadir seperti WIMAX tentu akan mengancam kelangsungan bisnis mereka jika mereka tidak adaptif terhadap kemajuan teknologi itu.


  • Sebagai BUMN, mereka juga relatif dibebani dengan beragam peraturan dan regulasi yang acap membuat mereka lamban dalam mengambil keputusan strategis. Juga intervensi dari pemerintah kadang membuat mereka juga tidak bisa bersikap dinamis dengan perubahan pasar.


( sumber: http://gadingmahendradata.wordpress.com/2009/12/11/analisis-swot-dan-pestel-pt-telekomunikasi-indonesia-tbk/ )
Selengkapnya...

Rabu, 07 April 2010

HAKIKAT SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

BAB I


PENDAHULUAN



1.1 LATAR BELAKANG


Suatu organisasi yang menjalankan sejumlah aktivitas memulai kegiatannya dengan melakukan proses perencanaan. Perencanaan dilakukan melalui aktivitas yang melibatkan individu-individu. Aktivitas inidividu ini diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Yang sering dilakukan adalah adanya kesadaran individu sebagai makhluk juga mempunyai keinginan-keinginan atau tujuan pibadi. Tujuan pribadi seseorang bisa selaras dengan tujuan organisasi, bisa juga tidak selaras. Ketidakselarasan tujuan mengakibatkan tujuan organisasi atau tujuan individu tidak tercapai. Untuk itu diperlukan suatu pengendali kerja sehingga tujuan individu bisa selaras dengan tujuan organisasi. Salah satu alat untuk mencapai hal tersebut adalah adanya sistem pengendalian manajemen yang baik.


1.2 PERMASALAHAN


Bagaimana hakekat Sistem Pengendalian Manajemen yang terdiri atas konsep dasar dan ruang lingkup sistem pengendalian manajemen?

1.3 TUJUAN PENULISAN MAKALAH


Tujuan dari makalah ini selain untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen, juga agar para pembaca mengetahui dan memahami hakekat Sistem Pengendalian Manajemen.

1.4 METODE PENGUMPULAN DATA


Metode yang kami gunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode kepustakaan, yaitu dengan mencari literatur yang berhubungan dengan bahasan makalah kami.


BAB II


PEMBAHASAN



2.1 SISTEM


Sistem adalah suatu kegiatan yang telah ditentukan caranya dan biasanya dilakukan berulang-ulang. Dalam konteks sistem pengendalian manajemen, menurut Suadi (1995) maka sistem adalah sekelompok komponen yang masing-masing saling menunjang dan saling berhubungan maupun tidak yang keseluruhannya merupakan suatu kesatuan.

Menurut Marciariello ada dua bentuk sistem yang berlaku yakni sistem formal dan informal. Sistem formal adalah sistem yang memungkinkan pendelegasian otoritas dimana sistem formal memperjelas struktur, kebijakan dan prosedur yang harus diikuti oleh anggota organisasi. Pendokumentasian struktur, kebijakan dan prosedur secara formal ini membantu anggota organisasi dalam menjalankan tugas-tugasnya. Sistem struktur, prosedur dan respon yang terpola membantu manajemen dalam merencanakan dan mengelola strategi dalam memenuhi tujuan organisasi dengan tetap memperhatikan fator lingkungan yang ada.Sedangkan sistem informal adalah sistem yang lebih berdimensi hubungan antar pribadi yang tidak ditunjukkan dalam struktur formal.

Dalam kegiatan suatu organisasi, banyak tindakan manajemen yang tidak sistematis. Hal ini disebabkan oleh keadaan yang tidak memungkinkan bagi seorang manajer untuk menggunakan aturan sistem yang telah ditetapkan, sehingga manajer menggunakan pertimbangan pibadinya dalam bertindak. Kegiatan seperti ini biasanya berkaitan dengan interaksi antara manajer yang satu dengan yang lainnya dan manajer dengan bawahannya. Ketepatan sistem itu sendiri akhirnya bergantung pada kemampuan manajer mengatur sesesorang, tidak lagi berdasarkan aturan yang ditentukan sistem tersebut.

2.2 PENGENDALIAN


Pengendalian menurut Hansen & Mowen adalah proses penetapan standar dengan menerima umpan balik berupa kinerja sesungguhnya, dan mengambil tindakan yang diperlukan jika kinerja sesungguhnya berbeda secara signifikan dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

Suatu organisasi juga harus dikendalikan jalannya. Hal ini dilakukan untuk menjamin aktivitas yang dilakukan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan organisasi. Suatu sistem pengendalian memiliki beberapa elemen yang memungkinkan pengendalian berjalan baik. Elemen-elemen tersebut adalah :

  • SENSOR/DETEKTOR yakni suatu alat untuk mengidentifikasi apa yang sedang terjadi dalam suatu proses.

  • ASSESOR yakni suatu alat untuk menentukan ketepatan. Biasanya ukurannya dengan membandingkan kenyataan dan standar yang telah ditetapkan.

  • EFEKTOR yakni alat yang digunakan untuk mengubah sesuatu yang diperoleh dari assessor.

  • JARINGAN KOMUNIKASI yakni alat yang mengirim informasi antara detektor dan assesor dan antara assesor dan efektor.



Dengan demikian pengendalian adalah suatu proses untuk mengarahkan organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2.3 MANAJEMEN


Salah satu pengertian manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian pekerjaan anggota organisasi seta pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Proses pengendalian manajemen dalam hal ini adalah proses yang menjamin anggota satu unit usaha melakukan apa yang telah menjadikan strategi perusahaan.

Kegiatan yang dilakukan pada suatu organisasi biasanya meliputi :

  • Merencanakan apa yang akan dicapai oleh perusahaan.

  • Mengkoordinasikan kegiatan pada masing-masing bagian.

  • Mengkomunikasikan informasi yang ada.

  • Mengevaluasi informasi.

  • Memutuskan apa yang akan dilakukan..

  • Mempengaruhi orang dalam organisasi tersebut untuk mengerjakan sesuai dengan yang digariskan.



Pengendalian manajemen dalam hal ini tidak berarti bahwa setiap tindakan/kegiatan harus sama dengan rencana. Pada prosesnya bisa saja berubah karena perbedaan waktu antara rencana dan kegiatan. Tujuan pengendalian manajemen adalah menjamin bahwa strategi yang dijalankan sesuai dengan tujuan organisasi yang akan dituju. Jika apabila seorang manajer menemukan cara yang lebih baik dalam operasi sehari-harinya, pengendalian manajemen seharusnya tidak melarang manajer tersebut melakukan dengan cara yang menurut dia benar.

2.4 BATASAN PENGENDALIAN MANAJEMEN


Pengendalian manajemen merupakan beberapa bentuk kegiatan perencanaan dan pengendalian kegiatan yang terjadi pada suatu organisasi. Pengendalian manajemen merupakan kegiatan yang berada tepat di tengah dua kegiatan lainnya. Dua kegiatan yang dimaksud adalah perumusan strategik yang dilakukan manajemen puncak dan pengendalian tugas yang dilakukan manajemen paling bawah.

Beberapa karakteristik dari masing-masing aktivitas ini adalah :

  • Perumusan strategik merupakan kegiatan yang paling sedikit sistematik tetapi pengendalian tugas merupakan yang paling sistematik. Pengendalian manajemen dalam hal ini berada ditengah-tengahnya.

  • Perumusan strategi difokuskan untuk jangka panjang, sedangkan pengendalian tugas difokuskan untuk operasi jangka pendek dan pengendalian manajemen dalam hal ini berada ditengah-tengahnya.

  • Perumusan strategi lebih difokuskan pada proses perencanaan sedang pengendalian tugas lebih difokuskan pada proses pengendalian. Baik itu proses perencanaan maupun pengendalian sama pentingnya dengan pengendalian manajemen.



2.5 PENGENDALIAN MANAJEMEN


Pengendalian manajemen adalah proses dimana manajer mempengaruhi anggotanya untuk melaksanakan strategi organisasi. Dari hal ini dapat diambil beberapa hal berikut :

  • SIFAT KEPUTUSAN. Keputusan pengendalian manajemen dibuat dalam kerangka kerja sesuai dengan strategi organisasi. Tanpa pedoman yang jelas akan sulit menjalankan pengendalian manajemen yang benar. Manajer dalam hal ini mempunyai pertimbangan yang bisa saja lain dari yang telah ditetapkan asalkan baik untuk peningkatan prestasi unit bisnisnya.

  • SISTEMATIS DAN RITMIS. Dalam proses pengendalian manajemen, keputusan yang dibuat berdasarkan prosedur dan jadwal yang dilakukan berulang-ulang tahun demi tahun.

  • PERTIMBANGAN PERILAKU. Proses pengendalian manajemen melibatkan interaksi antara individu dan interaksi tersebut tidak sistematis. Seorang manajer mempunyai tujuannya sendiri-sendiri. Yang harus dilakukan adalah menyelaraskan tujuan tersebut sesuai tujuan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini disebut keselarasan tujuan yang berarti tujuan pribadi anggota organisasi seharusnya konsisten dengan tujuan organisasi.

  • ALAT UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN STRATEGI. Sistem pengendalian manajemen adalah alat untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan. Jadi pengendalian manajemen memfokuskan pada pelaksanaan strategi. Pengendalian manajemen hanya salah satu cara bagi manajer untuk menerapkan strategi yang diinginkan. Strategi yang dapat diterapkan selain pengendalian manajemen adalah melalui pendekatan struktur organisasi, manajemen sumber daya dan budaya.

  • PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN. Pengendalian manajemen melibatkan hubungan antara atasan-bawahan. Pengendalian dilakukan melalui tingkat atas hingga ke bawah. Proses ini meliputi aktivitas komunikasi, motivasi dan evaluasi.

  • METODOLOGI PENGENDALIAN MANAJEMEN. Penerapan proses pengendalian manajemen yang telah diuraikan diatas memerlukan tiga bentuk aktivitas yaitu menentukan tujuan, pengukuran prestasi dan evaluasi prestasi. Menurut David Outley proses pengendalian manajemen dirancang untuk menjamin bahwa tugas rutin dijalankan oleh seluruh anggota organisasi yang secara bersama-sama membantu tercapainya tujuan organisasi secara keseluruhan.

  • PERUMUSAN STRATEGI. Perumusan strategi adalah proses memutuskan atas tujuan organisasi dan langkah-langkah yang diambil untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi yang diambil oleh perusahaan tidak tertutup kemungkinan untuk diuji kembali atau dilakukan perubahan dimana perlu. Kebutuhan untuk mengubah strategi biasanya disebabkan oleh ancaman atau untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik.



2.6 SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


Marciarello & Kirby mendefinisikan Sistem Pengendalian Manajemen sebagai perangkat struktur komunikasi yang saling berhubungan yang memudahkan pemrosesan informasi dengan maksud membantu manajer mengkoordinasikan bagian-bagian yang ada dan pencapaian tujuan organisasi secara terus menerus. Sistem pengendalian manajemen dikategorikan sebagai bagian dari pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral science). Pada dasarnya, sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara menjalankan dan mengendalikan perusahaan / organisasi yang “dianggap baik” berdasarkan asumsi-asumsi tertentu. Masing-masing perusahaan memiliki kompleksitas berbeda dalam pengendalian manajemen, makin besar skala perusahaan akan semakin kompleks.

Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan keputusan-keputusan kolektif dalam organisasi. Untuk memahami sebuah sistem dibutuhkan suatu pengetahuan tentang lingkungan dimana sistem itu berada. Dua unsur penting dalam sistem pengendalian manajemen adalah lingkungan pengendalian dan proses pengendalian.

2.7 HAKEKAT PENGENDALIAN MANAJEMEN


Organisasi terdiri dari manajer dan karyawan harus dimotivasi dan dituntun agar melakukan apa yang diinginkan pimpinannya dan harus dikoreksi jika menyimpang dari arah pencapaian tujuan organisasi. Dasar dari semua proses pengendalian adalah pemikiran untuk mengarahkan suatu variabel, atau sekumpulan variabel, guna mencapai tujuan tertentu. Variabel dapat berupa manusia, mesin, organisasi

2.7.1 LINGKUNGAN PENGENDALIAN

Pengendalian manajemen merupakan suatu proses yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Berikut ini diuraikan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pengendalian manajemen yang meliputi perilaku organisasi dan pusat-pusat pertanggungjawaban.

  1. a. PERILAKU ORGANISASI. Proses pengendalian manajemen mempengaruhi terhadap pencapaian tujuan organisasi. Beberapa karakteristik organisasi yang mempengaruhi proses tersebut, terutama berkaitan dengan perilaku anggota dalam suatu organisasi. Suatu organisasi mempunyai tujuan dan fungsi pengendalian manajemen adalah mendorong anggota organisasi mencapai tujuan. Disinilah perlunya faktor keselarasan tujuan masing-masing anggota organisasi dalam pencapaian tujuan organisasi. Struktur organisasi mempengaruhi bentuk sistem pengendalian manajemen yang akan diterapkan. Perilaku organisasi juga berkaitan dengan motivasi, kemampuan individu itu sendiri dan pemahaman tentang perilaku yang diperlukan dalam mencapai prestasi yang tinggi.

  2. b. PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN. Suatu organisasi dibagi menjadi beberapa pusat pertanggungjawaban. Adanya pusat pertanggungjawaban adalah untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan manajemen puncak. Secara garis besar, pusat pertanggungjawaban dibagi menjadi empat yaitu :

  3. PUSAT BIAYA. Pusat biaya dalah pusat pertanggungjawaban dimana biaya diukur dalam unit moneter namun outputnya tidak diukur dalam unit moneter.

  4. PUSAT PENDAPATAN. Pusat pendapatan merupakan pusat pertanggungjawaban dimana output-nya diukur dalam unit moneter tetapi tidak dihubungkan dengan inputnya.

  5. PUSAT LABA. Apabila suatu pestasi keuangan pusat pertanggungjawaban diukur dengan dasar laba, maka pusat pertanggungjawaban tersebut disebut pusat laba.

  6. PUSAT INVESTASI. Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur atas dasar perbandingan antara laba dengan investasi yang digunakan.


2.7.2 PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN

Suatu poses pengendalian manajemen melibatkan interaksi antarmanajer dan manajer dengan bawahannya. Proses pengendalian manajemen meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut yaitu :

  1. PERENCANAAN STRATEGI. Perncanaan strategi adalah proses memutuskan program-program utama yang akan dilakukan suatu organisasi dalam rangka implementasi strategi dan menaksir jumlah sumber daya yang akan dialokasikan untuk tiap-tiap program jangka panjang beberapa tahun yang akan datang.

  2. PENYUSUNAN ANGGARAN. Penyusunan anggaran adalah proses pengoperasian rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter untuk kurun waktu tertentu.

  3. PELAKSANAAN. Selama tahun anggaran, manajer melakukan program atau bagian dari program yang menjadi tanggungjawabnya. Laporan yang dibuat hendaknya menunjukkan dapat menyediakan informasi tentang anggaran dan realisasinya baik itu informasi untuk mengukur kinerja keuangan maupun nonkeuangan, informasi internal maupun eksternal.

  4. EVALUASI KINERJA. Pestasi kerja bisa dilihat dari efisien atau efektif tidaknya suatu pusat pertanggungjawaban menjalankan tugasnya. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara realisasi anggaran dengan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.


2.7.3 PENGENDALIAN TUGAS

Pengendalian tugas adalah proses yang menjamin bahwa tugas yang telah ditentukan dikerjakan secara efektif dan efisien. Penendalian tugas cenderung ke kegiatan operasional. Aturan-aturan harus dibuat secara berurutan tetapi tidak semua tugas harus dijelaskan secara berurutan. Perbedaan antara pengendalian tugas dengan pengendalian manajemen adalah pengendalian tugas lebih merupakan sesuatu yang scientific, sedangkan pengendalian manajemen tidak demikian karena manusia merupakan faktor penting dalam proses pengedalian manajemen dan manusia tidak bisa hanya diungkapkan atas dasar suatu persamaan.

Dalam pengendalian manajemen, manajer berinteraksi dengan manajer lainnya, sedangkan dalam pengendalian tugas interaksi karyawan dengan orang lain relatif kecil. Sistem pengendalian manajemen pada dasarnya sama untuk seluruh organisasi. Sebaliknya masing-masing tugas akan berbeda satu organisasi dengan organisasi lain. Dalam pengendalian manajemen fokusnya adalah pada satu unit organisasi, sementara dalam pengendalian tugas adalah salah satu tugas daru suatu unit organisasi. Pengendalian manajemen berhubungan dengan seluruh kegiatan perusahaan dan manajer harus memutuskan apa yang harus dilakukan, sedangkan pengendalian tugas berhubungan dengan satu tugas tertentu dan hanya sedikit diperlukan pertimbangan atas apa yang dilakukan.

2.7.4 HUBUNGAN PENGENDALIAN MANAJEMEN DENGAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN
Sebagian orang dalam organisasi melakukan perencanaan dan sebagian lagi dalam bidang pengendalian. Kedua hal ini saling terkait. Kebanyakan manajer melakukan pengendalian namun sifat dari pengendalian itu sendiri berbeda dalam penerapannya untuk penetapan strategi, pengendalian manajemen dan pengendalian tugas. Karena itu, perencanaan dan pengendalian tidak merupakan kegiatan terpisah tapi saling terkait satu sama lainnya.

2.7.5 HUBUNGAN PENGENDALIAN MANAJEMEN DENGAN INTERNAL AUDITING
Pengendalian manajemen adalah aktivitas yang dilakukan oleh manajer, selain itu internal auditing adalah kegiatan staf yang dimaksudkan untuk menjamin keakuratan informasi sesuai dengan aturan kesalahan yang minimum terhadap pelaporan asset dan menjamin pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien.

2.8 TEORI KONTIJENSI ORGANISASI


Salah satu cara yang paling sering diguanakan dalam pengendalian kegiatan organisasi adalah dengan merestrukturisasi kegiatan organisasi tersebut dengan memeberi otoritas dan pertanggungjawaban untuk berbagai tugas bagi manajer yang ada dan kelompok pegawai. Tetapi biasanya muncul kesulitan yaitu perhatian manajer hanya terfokus pada bagiannya saja dan berakibat pada pengabaian terhadap tugas-tugas yang memerlukan koordinasi dengan bagian lain.

Manajer pusat pertanggungjawaban bisa diberi target yang jelas tentang rentang tugasnya dan bertanggungjawab atas segala aspek pertanggungjawabannya. Dengan demikian, aspek utama dari struktur organisasi formal adalah segmentasi kegiatan ke bagian-bagian yang bisa ditangani oleh manajer perorangan. Proses pelengkap berupa integrasi diperlukan untuk mengkoordinasikan kegiatan sub-unit yang berbeda dan dalam hal ini, sistem akuntansi manajemen memerankan peran penting dalam proses tersebut.

Pendekatan dalam memandang desain struktur formal organisasi telah diformalisasikan dengan pendekatan teori kontijensi. Teori kontijensi diperlukan dalam merancang sistem pengendalian. Hal ini disebakan karena struktur itu sendiri karena merupakan mekanisme awal dari akuntansi manajemen.

2.9 TEORI KONTIJENSI AKUNTANSI MANAJEMEN


Teori kontijensi akuntansi manajemen ini menunjukkan suatu upaya dalam penentuan sistem pengendalian yang paling memungkinkan atas seperangkat keadaan yang ada pada suatu organisasi. Beberapa variable yang perlu dipertimbangkan adalah :


  • LINGKUNGAN. Satu hal yang mendasa dai sistem pengendalian manajemen ini adalah adanya pengaruh dari lingkungan dimana organisasi tersebut beroperasi.

  • TEKNOLOGI. Sifat dari proses produksi suatu produk atau jasa biasanya ditentukan juga oleh biaya dalam penggunaan teknologi tersebut.

  • UKURAN ORGANISASI. Ukuran organisasi merupakan faktor yang mempengaruhi baik struktur maupun kesatuan pengendalian dalam organisasi.

  • STRATEGI. Strategi yang dimiliki oleh organisasi mempunyai pengaruh yang besar terhadapsistem akuntansi manajemen dan sistem pengendalian manajemennya.



2.10 UKURAN DAN PENGHARGAAN KINERJA


Dalam membentuk ukuran kinerja, maka beberapa indikator kinerja yang perlu diperhatikan adalah :


  • Tujuan organisasional adalah kompleks dan tidak bisa dikurangi dengan mudah menjadi satu-satunya ukuran yang terintegrasi bagi kinerja keseluruhan, walaupun tingkat keuntungan sering digunakan sebagai salah satu tujuan organisasi.

  • Jika ukuran kinerja bertingkat digunakan, beberapa hal tentang kebutuhan kepentingan harus dikomunikasikan.

  • Beberapa tugas perlu kerjasama antar manajer, misalnya sistem harga transfer.

  • Beberapa aspek kinerja tidak bisa diukur secara kuantitatif, walaupun kecenderungan yang ada adalah ukuran kuantitatif lebih banyak dipakai daipada ukuran kualitatif.

  • Esensi kerja manajerial seperti hasil yang diinginkan sering tidak bisa ditentukan terlebih dahulu, pernyataan tentang kinerja sering merupakan pernyataan subjektif.

  • Kinerja manajerial harus dibedakan dari kinerja ekonomi unit dimana manajer harus bertanggungjawab namun perbedaan antara apa yang bisa dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan dan tidak bisa dilihat dengan jelas.

  • Manajemen berada dalam lingkungan yang tidak pasti dan kompleks sehingga penghargaan prestasi yang diberikan mungkin tidak mencakup swluruh aspek kerja anggota organisasi.



2.11 PENGGUNAAN INFORMASI DALAM PENGHARGAAN KINERJA


Pengaruh yang paling tampak dalam penggunaan informasi akuntansi dalam prilaku manajerial terjadi pada saat penggunaan evaluasi kinerja. Jika manajer meyakini bahwa kinerjanya kan dievaluasi berdasarkan informasi akuntansi, maka ia akan berusaha untuk mempengaruhi informasi tersebut sehingga kelihatan menguntungkan manajer tersebut. Perilaku ini akan mengganggu kegiatan organisasi secara keseluruhan.

Penggunaan informasi akuntansi yang tidak tepat dalam pengukuran kinerja seringkali menghasilkan perilaku tidak baik. Kesulitan dalam penentuan dan penghargaan perilaku manajerial yang layak mengakibatkan perlu adanya monitoring dan penghargaan atas kerja. Ukuran yang paling sering digunakan dalam pengukuan kinerja melibatkan ukuran-ukuran akuntansi dan menggunakan anggaran sebagaistandar terhadap kinerja yang dihasilkan. Kinerja anggaran bisa dimanipulasi untuk memberi kesan kinerja yang memuaskan walaupun target yang ditetapkan tidak tercapai. Biasanya perusahaan sulit mengendalikan karena anggaran yang ditetapkan biasanya fleksibel.

2.12 GAYA PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI


Dalam hal anggaran ada perbedaan antara anggaran yang statis dan fleksibel. Anggaran statis melibatkan manajer senior yang mengawasi bawahannya secara ketat dalam memenuhi anggaran biayanya. Sedangkan anggaran fleksibel masih mempertimbangkan kelayakan pencapaian anggaran, namun manaje senior hendaknya diberi penjelasan masuk akal atas kelebihan pengeluaran. Jika informasi akuntansi tidak merupakan informasi yang sempurna akan kinerja sesungguhnya anggota organisasi, maka penggunaan gaya statis tidak layak dan membawa ke tingkat stress yang tinggi, konsekuensinya bisa timbul perilaku negatif seperti manipulasi data akuntansi. Anggaran fleksibel jika dikaitkan dengan hal diatas tampaknya lebih layak digunakan.

Studi yang dilakukan oleh Briers dan Hirst dalam mengamati situasi dimana penganggaran dan informasi ditunjukkan sebagai dasar evaluasi yang lebih layak. Ditemukan bahwa gaya evaluasi statis tidak membawa ke konsekuensi yang baik. Namun, manipulasi penganggaran yang dilakukan dihubungkan dengan kinerja unit-unit yang dikelola, dimana unit yang berkinerja jelek menunjukkan bias anggaran paling besar. Hasil temuan ini, dengan konteks yang lebih luas dimana standar akuntansi kinerja akan berisikan uraian yang sedikit lebih lengkap tentang kinerja pekerjaan akan berisikan uraian yang sedikit lebih lengkap tentang kinerja pekerjaan Dalam kondisis ketidakpastian yang tinggi.

Studi selanjutnya menyarankan bahwa manajer hendaknya dievaluasi dengan memperhatikan juga pendekatan subyektif jika unit tersebut menghadapi tingkat ketidakpastian yang tinggi. Temuan di atas relevan dengan pengaruh pengendalian akuntansi. Yakni ia merupakan cara dimana informasi akuntansi digunakan manajer puncak dan penghargaan yang dibuat kontijensi dengan pencapaian anggaran adalah kritis dalam penentuan pengaruh sistem informasi akuntansi. Kedua, pengaruh penempatan kepercayaanyang tinggi atas ukuran akuntansi terhadap kinerja kontijensi dengan keadaan karena tingkat pengetahuan yang kita punyai tentang perilaku manajerial mengkontribusikan ke arah kinerja yang sukses.



Bila menghadapi ketidakpastian eksternal dan internal, maka yang diperlukan adalah sistem penghargaan dimana diperlukan dukungan inovasi dan menghindari kegagalan jika manajer kemudian bisa mencapai kesuksesan daripada menghindari kegagalan.



BAB III


PENUTUP




3.1 KESIMPULAN


Pengendalian manajemen adalah proses dimana manajer mempengaruhi anggotanya untuk melaksanakan strategi organisasi. Sistem Pengendalian Manajemen merupakan perangkat struktur komunikasi yang saling berhubungan yang memudahkan pemrosesan informasi dengan maksud membantu manajer mengkoordinasikan bagian-bagian yang ada dan pencapaian tujuan organisasi secara terus menerus. Sistem pengendalian manajemen dikategorikan sebagai bagian dari pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral science). Pada dasarnya, sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara menjalankan dan mengendalikan perusahaan / organisasi yang “dianggap baik” berdasarkan asumsi-asumsi tertentu. Masing-masing perusahaan memiliki kompleksitas berbeda dalam pengendalian manajemen, makin besar skala perusahaan akan semakin kompleks.

Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan keputusan-keputusan kolektif dalam organisasi. Untuk memahami sebuah sistem dibutuhkan suatu pengetahuan tentang lingkungan dimana sistem itu berada. Dua unsur penting dalam sistem pengendalian manajemen adalah lingkungan pengendalian dan proses pengendalian.




DAFTAR PUSTAKA




Halim,Abdul dkk.2003.Sistem Pengendalian Manajemen Edisi Revisi. Yogyakarta: UPP AMP YKPN

http://spm99.blogspot.com/2009/11/hakekat-sistem-pengendalian-manajemen.html

http://lintongnababan.wordpress.com/2008/08/28/sistem-pengendalian-manajemen/
Selengkapnya...

MENGAWETKAN SAYURAN DALAM KULKAS


Agar sayuran yang dibeli di pasar bisa bertahan di kulkas tanpa mengurangi kadar air dalam sayuran. coba tips berikut ini. ambil koran bekas, lalu bungkus sayuran itu, kemudian bungkus lagi dengan kantong plastik. Insya Allah sayuran bisa bertahan beberapa hari dan tidak lekas busuk. Selengkapnya...

MENGOBATI LUKA AKIBAT TERKENA MINYAK GORENG PANAS


Bagi yang suka memasak terkadang mengalami kecelakaan kecil akibat terkena minyak goreng panas. jika terkena minyak goreng panas dalam jumlah sedikit, jangan panik. Ambil daun lidah buaya. kemudian iris dan oleskan cairan atau gel dari lidah buaya ke bagian tubuh yang terkena minyak goreng panas. Insya Allah luka tersebut dapat hilang tanpa bekas. tetapi jika mengalami luka serius, segera pergi ke dokter.

Selengkapnya...

ENAM KARAKTER PEMAKMUR MASJID

Masjid adalah tempat yang suci dimana orang-orang muslim berkumpul untuk beribadah kepada Allah SWT. Karena itu, saat masjid didirikan, kaum muslim berkewajiban untuk memakmurkannya. Berdasarkan At-Taubah:18 dan An-Nur:36-37 , ada enam karakter pemakmur masjid, yaitu:


  1. Memiliki Iman yang mantap
  2. Mendirikan Salat
  3. Menunaikan Zakat, Infaq dan Sedekah
  4. Takut Kepada Allah
  5. Selalu Ingat Kepada Allah Dalam Keadaan Senang Maupun Susah
  6. Tidak Terlena Oleh Kenikmatan Dunia saja.

Selengkapnya...

Cara untuk Membuat Otak Berpikir Lebih Cepat

Banyak Orang yang semakin bertambah umur merasa bahwa kemampuan dalam belajar dan mengingat semakin lemah. Hal itu berhubungan dengan kinerja otak yang semakin lambat. Tetapi jangan khawatir, ada cara untuk membuat otak berpikir lebih cepat, yaitu:

  1. Meminum kapsul minyak ikan setiap hari. Riset menunjukkan bahwa mainyak ikan dapat meningkatkan aktivitas pada otak, memperlancar peredaran darah meningkatkan konsentrasi dan kemampuan mengingat.

  2. Mengerjakan teka-teki seperti teka teki silang, sudoku, dan lain-lain secara rutin. Hal ini dapat membuat otak tetap dalam kondisi baik. karena jika otak tidak dilatih secara rutin, maka akan kehilangan kemampuan untuk bekerja dengan baik.

  3. Mempelajari bahasa baru dapat memperlambat sindrom dementia (kemunduran otak)sampai empat tahun menurut artikel yang dimuat pada New Scientist. alasan pasti belum diketahui, tetapi diduga bahwa ia memiliki hubungan dengan peningkatan peredaran darah dan koneksi syaraf yang baik.

  4. Tertawa setiap hari. Tertawa dapat meningkatkan fungsi otak dan menstimulasi otak kanan dan otak kiri secara bersama-sama.

  5. Menjadi kreatif seperti mempelajari alat musik yang baru, melukis, memasak, dan lain-lain. Dengan menjadi kreatif, maka dapat membantu menemukan sulusi baru atas permasalahan yang ada dan meningkatkan kesadaran secara bersamaan.

  6. Melempar barang secara rutin. Riset dari Universitas Regensburg di Jerman menemukan bahwa melempar barang dapat meningkatkan struktur otak. setelah berlatih selama tiga bulan, otak akan mengalami peningkatan pada bagian mid-portal dan posterior intraprietal sulcus kiri.

  7. Pergi berjalan kaki dan mencari udara segar. udara segar dapat menyegarkan pikiran sehingga mengurangi percakapan mental yang dapat mengganggu logika dan pikiran. berjalan di pagi hari saat jalanan masih sepi, atau melakukan perjalanan di pinggiran kota, dekat sungai atau taman dapat membantu untuk menyingkirkan hal yang mengganggu pikiran dan membantu pikiran tetap jernih.

  8. Berhubungan dengan sifat kekanakkanakan. Einstein pernah berkata bahwa imajinasi lebih penting dari pengetahuan dan ia menggunakan pada beberapa eksperimenyang membuatnya menemukan perhitungan paling terkenal yaitu E=MC2. anak-anak penuh dengan imajinasidan belajar lebih banyak pada tahun-tahun awal kehidupan mereka lebih daripada yang dipelajari orang-oarng dewasa selama satu dekade. Benaskan pikiran dari penjara pikiran "orang dewasa", maka kita akan menemukan cara pikir yang belum pernah ada sebelumnya, dan mungkin akan membuat penemuan yang menakjubkan.


Saya berharap tips ini dapat berguna bagi semua orang yang membaca dan mencoba menerapkannya. Selengkapnya...

Senin, 29 Maret 2010

TUGAS 2 MANAJEMEN STRATEGIK

Nama : Andhana Triani Nursanti
NPM : 20206079
Kelas : 4 EB 11

Jelaskan apa yang yang dimaksud dengan :



  • Pengertian Analisis Lingkungan Internal Organisasi(IFAS)? Apa tujuannya?


    Analisis Lingkungan Internal Organisasi merupakan suatu proses untuk menemukan aspek-aspek internal atau faktor-faktor internal perusahaan yang diperlukan dalam menghadapi lingkungan eksternalnya dan mengevaluasi apakah aspek tersebut berada dalam posisi yang kuat atau lemah.


    Tujuan Analisis Lingkungan Internal adalah untuk menilai faktor-faktor yang berada didalam lingkungan organisasi yang mempengaruhi kemajuan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hasil dari analisis lingkungan internal akan menghasilkan kekuatan dan kelemahan perusahaan.



  • Bagaimana langkah atau caranya?


    Analisis lingkungan internal merupakan suatu proses yang terdiri dari beberapa langkah seperti berikut :
    1. Identifikasi variabel internal
    2. Evaluasi dan penilaian Variabel internal
    3. Menyusun ringkasan hasil analisis

    Sebelum melakukan kajian terhadap kondisi perusahaan tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu bagian-bagian penting di dalam perusahaan yang akan turut di dalam membangun kekuatan dan kelemahan perusahaan. Langkah idenfikasi variabel merupakan alat untuk menemukan bagian-bagian internal yang diperlukan tersebut. Langkah ini sangat penting, karena jangan sampai ada bagian/variabel internal yang penting terlewatkan untuk dianalisis sehingga manajer kehilangan informasi mengenai posisi kekuatan ataupun kelemahannya. Jika itu terjadi berarti akan mengakibatkan tidak termanfaatkannya dengan baik kekuatan yang ada atau tidak tertanganinya kelemahan perusahaan yang mungkin memiliki dampak terhadap posisi bersaing dan masa depan perusahaan.

    Setelah menemukan variabel yang perlu dianalisis,maka barulah kajian terhadap variabel tersebut dapat dilakukan. Kajian ini akhirnya akan menghasilkan informasi tenatang kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Semua hasil tentunya disusun dalam sebuah ringkasan sehingga mudah untuk dibaca dan dipahami secara singkat. Ringkasan ini akan menggambarkan Strategic Anvantages Profile dari perusahaan.



  • Meliputi faktor apa saja yang dianalisis, sebutkan? Kemudian jelaskan meliputi apa saja masing-masing faktor tersebut (dua faktor saja)?



  1. Sumberdaya (resources), meliputi :
    a. Tangible Resource, contoh sumber daya dana dan fasilitas fisik
    b. Intagible Resource, contoh teknologi, reputasi, inovasi
  2. Kapabilitas (capability), meliputi : keuangan dan pemasaran
  3. Kompetensi Inti , meliputi : Research Development




Jelaskan apa yang yang dimaksud dengan :



  • Model Analisis lingkungan Persaingan industri dari Michael Porter!




    Porter menyatakan bahwa kelima kekuatan bersaing tersebut dapat mengembangkan strategi persaingan dengan mempengaruhi atau mengubah kekuatan tersebut agar dapat memberikan situasi yang menguntungkan bagi perusahaan.



    Ruang lingkup kelima kekuatan bersaing tersebut, antara lain:

    1. Ancaman pendatang baru, yang dapat ditentukan dengan hambatan masuk ke dalam industri, antara lain, hambatan harga, respon incumbent, biaya yang tinggi, pengalaman incumbent dalam industri, keunggulan biaya, differensiasi produk, akses distribusi, kebijakan pemerintah dan switching cost.
    2. Kekuatan tawar-menawar pemasok, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tingkat konsentrasi pasar, diversifikasi, switching cost, organisasi pemasok dan pemerintah.
    3. Kekuatan tawar-menawar pembeli, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain differensiasi, konsentrasi, kepentingan pembeli, tingkat pendapatan, pilihan kualitas produk, akses informasi, dan switching cost.
    4. Ancaman produk subtitusi, yang ditentukan oleh harga produk subtitusi, switching cost, dan kualitas produk.
    5. Persaingan di dalam industri, yang ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu pertumbuhan pasar, struktur biaya, hambatan keluar industri, switching cost, pengalaman dalam industri, dan perbedaan strategi yang diterapkan.


  • Sebutkan meliputi apa saja yang dimaksud dengan halangan masuk dalam persaingan? Kemudian jelaskan pengertiannya (dua aspek saja)?


    Hambatan untuk memasuki industri (entry baarier) :


  1. Skala ekonomi (economics scale) : skala ekonomi menghalangi masuknyapendatang baru dengan cara memaksa mereka untuk masuk pada skala besar.
  2. Diferensiasi produk (product differentiation) : diferensiasi produk menciptakan hambatan masuk dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi kesetiaan pelanggan yang ada.
  3. Persyaratan modal (capital requirement)
  4. Biaya peralihan pemasok (switching cost) : biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berppindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya.
  5. Akses ke saluran distribusi
  6. Kebijakan pemerintah
Selengkapnya...

 
Copyright 2009 Andhana's Blog. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemesfree