Jumat, 25 Juni 2010

LAPORAN KEUANGAN

1 Pengertian Laporan Keuangan


Berikut merupakan beberapa pengertian laporan keuangan :

  • Laporan keuangan merupakan gambaran mengenai dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang dilasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya.
  • Laporan Keuangan adalah laporan pertanggungjawaban manajemen kepada pemakai tentang pengelolaan yang dipercayakan kepadanya
  • Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan dan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan




2 Tujuan Laporan Keuangan


Laporan keuangan bertujuan untuk :

  1. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai posisi dan hasil keuangan perusahaan pada periode tertentu.
  2. Memberikan informasi keuangan yang dapat membantu pihak-pihak yang berkepentingan untuk menilai kondisi dan potensi perusahaan.
  3. Memberikan informasi lainnya yang relevan dengan kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan tersebut.


3 Macam-Macam Laporan Keuangan


Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari :

  1. Neraca
    Laporan yang menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Keadaan keuangan ini ditunjukkan dengan jumlah harta yang dimiliki (aktiva) dan jumlah kewajiban perusahaan (pasiva). Aktiva adalah investasi didalam perusahaan dan pasiva adalah sumber-sumber yang digunakan untuk investasi tersebut.
  2. Laporan Rugi Laba
    Laporan yang menunjukkan pendapatan dan biaya dari suatu unit usaha untuk periode tertentu. Selisih antara pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita perusahaan.
  3. Laporan Perubahan Ekuitas
    Laporan yang menjelaskan perubahan modal, laba yang ditahan, agio dan disagio. Laporan ini menggambarkan saldo dan perubahan hak pemilik yang melekat pada perusahaan.
  4. Laporan Arus Kas
    Laporan keuangan yang memuat sumber dan penggunaan dana selama periode tertentu.Perolehan dan penggunaan dana ini disebabkan oleh aktivitas operasi, aktivitas pendanaan dan aktivitas investasi.
  5. Catatan atas Laporan Keuangan
    Penjelasan umum tentang perusahaan, kebijakan akuntansi yang dianut dan penjelasan tiap akun neraca dan laba rugi Bila penjelasan tiap akun neraca dan laba rugi harus dirinci, maka dijabarkan dalam lampiran.


4 Pemakai Laporan Keuangan


Berdasarkan SAK, para pemakai laporan keuangan terdiri dari :

  • Investor
    Investor membutuhkan informasi keuangan untuk menentukan apakah
    harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut serta untuk menilai terhadap kemampuan perusahaan dalam membayar deviden.
  • Kreditur (Pemberi Pinjaman)
    Para kreditur membutuhkan informasi keuangan untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
  • Pemasok dan kreditur usaha lainnya
    Pemasok dan kreditur usaha lainnya membutuhkan informasi keuangan yang memungkinkan mereka memutuskan apakah jumlah hutang akan dibayar saat jatuh tempo. Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada kreditur
  • Para pemegang saham
    Para pemegang saham membutuhkan informasi mengenai kemajuan perusahaan, pembagian keuntungan yang akan diperoleh dan penambahan modal untuk rencana bisnis berikutnya.
  • Pelanggan
    Para pelanggan membutuhkan informasi tentang kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan atau bergantug pada perusahaan.
  • Pemerintah
    Pemerintah membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
  • Karyawan
    Karyawan tertarik pada informasi yang memungkinkan untuk melakukan penilaian atas kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
  • Masyarakat
    Masyarakat membutuhkan informasi mengenai kecenderungan dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta aktivitasnya.

5 Keterbatasan Laporan Keuangan


Laporan keuangan menggambarkan kondisi secara umum dari perusahaan. Oleh karena itu, laporan keuangan tidak terlepas dari kesalahan - kesalahan sebagai berikut:

  • Penyajian dikelompokkan pada akun-akun yang material, tidak bisa rinci sekali. Kalau sangat rinci laporan keuangan akan setebal bantal.
  • Laporan keuangan sering disajikan terlambat, sehingga infornasinya kadaluwarsa. Keterlambatan sebenarnya bergantung pada ketertiban administrasinya.
  • Laporan keuangan menekankan pada harga perolehan sehingga jika terjadi perubahan nilai perlu dilakukan penyesuaian.
  • Penyajian laporan keuangan dilakukan dengan bahas teknis akuntansi sehingga bagi orang awam perlu belajar dulu, tetapi bagi pelaku bisnis akan mudah karena menggunakan bahasa bisnis.
  • Laporan keuangan mengikuti SAK yang mungkin terjadi perubahan aturan setiap tahun. IAI terus melakukan penyempurnaan SAK untuk mencapai harmonisasi dengan standar akuntansi internasional.

Namun demikian, manfaatnya sangat besar dibandingkan keterbatasannya karena kita dapat melihat gambaran umum perusahaan dari satu set laporan tersebut. Tanpa melihat fisik perusahaan, pembaca laporan keuangan dapat memperkirakan bagaimana besarnya dan efisiensi perusahaan. Karena adanya keterbatasan tersebut, dalam membaca laporan keuangan perlu berhati-hati dan perlu dilengkapi informasi lainnya.

6 Analisis Laporan Keuangan


Analisis adalah memecahkan atau menguraikan sesuatu menjadi bagian unit terkecil. Analisis laporan keuangan menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungan antara data-data tersebut untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Tujuan analisis laporan keuangan:

  1. Menilai kemampuan perusahaan untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan beserta bunga yang berkaitan dengan pinjaman tersebut.
  2. Bagi karyawan berguna dalam mengetahui apakah perusahaan yang dimasuki memiliki prospek keuangan yang bagus.
  3. Bagi pemerintah berguna dalam menentukan besarnya pajak yang dibayarkan.
  4. Bagi manajemen berguna dalam menentukan sejauh mana perkembangan perusahaan sehingga dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan untuk perencanaan atau mengevaluasi perubahan strategi.
  5. Untuk mengetahui kondisi keuangan pesaing yang berguna dalam penentuan strategi harga, strategi merebut pangsa pasar dan lainnya.

Dalam menganalisa laporan keuangan suatu perusahaan diperlukan ukuran tertentu. Ukuran yang sering digunakan adalah rasio. Rasio adalah alat untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data keuangan.
Dalam mengadakan analisa rasio keuangan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

  1. Membandingkan rasio sekarang dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama.
  2. Membandingkan rasio dari suatu perusahaan dengan rasio yang sama dari perusahaan lain yang sejenis atau industri untuk waktu yang sama.


DAFTAR PUSTAKA





Alam S., 2001, Akuntansi Jilid 1 untuk SMU Kelas 1, Erlangga, Jakarta.

Amin Widjaja, 2009, Intisari Akuntansi, Harvarindo, Jakarta.

Bambang Riyanto, 2001, Dasar-Dasar pembelanjaan Perusahaan Edisi Ke 4, BPFE, Yogyakarta.

Darsono dan Ashari, 2004, Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan, ANDI, Yogyakarta.

Hadri Mulya, 2008, Memahami Akuntansi Dasar : Pendekatan Teknis Siklus Akuntansi, Mitra Wacana Media, Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia 2002, Standar Akuntansi Keuangan Per 1 April 2002, Salemba Empat, Jakarta.

Lapoliwa N., 2002, Akuntansi Perbankan, Institut Bankir Indonesia, Jakarta.

Hanafi, Mamduh M. dan Abdul Halim, 2007, Analisis Laporan Keuangan
Edisi Ke 3, UPP STIM YKPN, Yogyakarta.

S. Munawir, 2004, Analisis Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta.

Zaki Baridwan, 2004, Intermediate Accounting Edisi Ke 8, BPFE, Yogyakarta.

Selengkapnya...

AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

BAB I
PENDAHULUAN



Mata Kuliah Pengantar Akuntansi 2 adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang informasi yang dihasilkan dari suatu proses.Biasanya akuntansi identik dengan hal-hal yang berkaitan keuangan..Dalam makalah ini,kami mengutarakan bahasan mengenai Akuntansi Perusahaan Jasa.. Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menyediakan berbagai pelayanan kepada anggota masyarakat yang memerlukan.Makalah ini menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan akuntansi perusahaan Jasa, seperti siklus akuntansi jasa, jurnal umum, posting serta neraca saldo.Untuk lebih jelasnya akan dibahas pada bab Pembahasan.



BAB II
PEMBAHASAN


2.1 AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA


Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menyediakan berbagai pelayanan kepada anggota masyarakat yang memerlukan. Beberapa contoh Bidang-Bidang dalam Usaha Jasa ialah:


  • Transportasi : Perusahaan taksi dan bis, dan lain-lain.
  • Komunikasi : Pengusaha wartel, penerbit surat kabar, dan lain-lain.
  • Persewaan : Per sewa gedung pertemuan, alat-alat berat.
  • Keahlian : Penjahit, salon kecantikan, dan lain-lain.e) Profesi : Notaris, Biro konsultan, dan lain-lain.



Perusahaan Jasa memiliki Ciri-Ciri sebagai berikut.


  • Kegiatan usahanya selalu membantu orang lain / badan lain dengan menerima balas jasa.
  • Pembelian barang oleh perusahaan jasa (bahan habis pakai / perlengkapan dan peralatan) tidak untuk diolah atau dijual kembali tetapi untuk memberikan pelayanan kepada pemakai jasa.
  • Pendapatannya diperoleh dari penjualan jasa.
  • Laba usaha diperoleh dari pendapatan jasa dikurangi dengan biaya-biaya usaha.



2.2 TAHAP – TAHAP SIKLUS AKUNTANSI



  1. Tahap Pencatatan
    Siklus akuntansi dimulai dengan adanya suatu transaksi / kejadian yang harus dicatat. Tahap pencatatan meliputi pencatatan-pencatatan dalam bukti transaksi / bukti pembukuan, jurnal, dan buku besar.

    • Transaksi, yaitu tindakan yang mengakibatkan perubahan aktiva / kewajiban dan ekuitas /modal yang berhubungan dengan pihak luar.
      Contoh : - Pembelian barang, perlengkapan, dan peralatan
      * Penjualan barang atau jasa
      * Pembayaran utang usaha
      * Pembayaran beban sewa, gaji
      * Penerimaan pendapatan, piutang usaha

    • Kejadian, yaitu tindakan yang terjadi di dalam perusahaan (transaksi intern).
      Contoh :
      * Penyusutan aktiva tetap
      * Pemakaian perlengkapan
      * Pembentukan cadangan piutang tak tertagih


  2. Tahap Pengikhtisaran

    • Memproses hasil pencatatan selama periode akuntansi dan menyesuaikannya dengan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.
    • Tahap ini meliputi penyusunan neraca saldo, jurnal penyesuaian, penutupan buku besar, dan neraca sisa setelah penutupan.

  3. Tahap Pelaporan

    • Penyusunan laporan keuangan yang bersumber dari hasil pengikhtisaran.
    • Pembuatan laporan keuangan berdasarkan akun – akun buku besar.
    • Laporan keuangan dapat disusun setelah membuat penyesuaian dan memasukkannya ke dalam akun buku besar atau setelah menyusun kertas kerja.


2.3 PENCATATAN DALAM BUKTI TRANSAKSI


Bukti Transaksi

Sumber bukti pencatatan dapat dibedakan menjadi :

  1. Bukti Intern, merupakan bukti pencatatan transaksi yang dilakukan di lingkungan perusahaan itu sendiri. Misalnya, memo pencatatan antarbagian atau manajer dengan bagian-bagian yang ada di perusahaan.

  2. Bukti Ekstern, adalah bukti pencatatan transaksi yang berhubungan dengan pihak di luar perusahaan seperti :


  • Faktur adalah bukti pembelian / penjualan barang secara kredit.
  • Kuitansi adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut.
  • Nota Kontan adalah bukti atas pembelian sejumlah barang secara tunai.
  • Nota Kredit adalah nota yang dibuat perusahaan sehubungan barang yang dijual tidak cocok dengan pesanan / rusak.
  • Cek adalah surat perintah bayar kepada bank sebesar jumlah uang yang tercantum dalam cek tersebut kepada seseorang atau orang yang membawa cek tersebut.

Analisis Bukti Pencatatan

Setiap bukti transaksi yang akan dicatat ke dalam jurnal perlu dianalisis terlebih dahulu. Hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis transaksi :

  • Tentukan pengaruh penambahan dan pengurangan harta, utang, modal, pendapatan, dan beban.
  • Tentukan perkiraan apa saja yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut.
  • Tentukan debet / kredit dari akun yang bersangkutan.
  • Tentukan jumlah yang harus didebet / dikredit.


Hal ini merupakan penerapan sistem pembukuan berpasangan, yaitu setiap transaksi yang terjadi akan dicatat dalam dua sisi, sehingga jelas pengaruhnya terhadap harta, utang, modal, pendapatan, dan biaya. Prinsip utama sistem ini adalah setiap transaksi akan dicatat dengan mendebet / mengkredit dari satu unit atau lebih dengan jumlah yang sama.



Jurnal

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu) dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlahnya masing-masing. Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai “the book of original entry”.



Buku Besar

Buku besar merupakan hasil dari analisis transaksi setelah jurnal. Buku besar adalah kumpulan dari akun – akun yang saling berhubungan dan merupakan suatu kesatuan, misalnya pada semua akun yang digunakan dalam pembukuan sebuah perusahaan.



2.4 JURNAL UMUM



  • Pengertian Jurnal Umum
    Jurnal umum adalah buku untuk mencatat analisis tiap transaksi secara kronologis atau beraturan sesuai dengan tanggal kejadian. Jurnal umum perlu dibuat untuk menjaga keseimbangan perkiraan didalam buku besar, serta untuk menghindari terjadinya kesalahan didalam mendebit dan mengkredit perkiraan-perkiraan.

  • Prosedur Jurnal Umum
    Prosedur jurnal umum dibagi atac beberapa macam:

    • Setiap lembar jurnal harus diberi nomor halaman untuk memudahkan penelusuran transaksi dari perkiraan ke jurnal.
    • Tahun pembuatan jurnal harus dicantumkan pada awal lembar jurnal sebelah kiri atas.
    • Tanggal dan bulan dicatat pada kolom “ Tanggal “ dan harus berurutan sesuai dengan transaksinya.
    • Perkiraan yang didebit ditulis menepi kekiri pada kolom uraian.
    • Perkiraan yang dikredit ditulis menepi kekanan pada kolom uraian.
    • Jumlah yang didebet ditulis pada kolom debit.
    • Jumlah yang dikredit ditulis pada kolom kredit.
    • Untuk setiap jurnal dibuat garis penutup yang memisahkannya dengan jurnal lain.
    • Kolom referensi akan berguna sebagai referensi silang.

2.5 POSTING


Setelah pencatatan kedalam jurnal selesai, maka tahap selanjutnya adalah memindahkan catatan yang terdapat dalam jurnal kebuku besar. Pemindahan catatan dari jurnak kebuku besar ini disebut Posting.



Kegiatan posting memerlukan empat tahap, yaitu:


  1. Pembuatan rekapitulasi jurnal
  2. Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi
  3. Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan.
  4. Pengembalian rekening terhadap arsip pada urutannya semula.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pemindahbukuan kebuku besar adalah sebagai berikut.

  1. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal kelajur akun yang bersangkutan.
  2. Pindahkan jumlah debet atau kredit yang ada dalam jurnal kelajur debet atau kredit akun yang bersangkutan.Jika menggunakan bentuk akun yang ada kolom sisanya maka langsung dihitung sisanya.
  3. Catat nomor kode akun kedalam kolom referensi jurnal sebagi tanda jumlah jurnal telah dipindahkan kebuku besar.
  4. Catat nomor halaman jurnal kedalam kolom referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
  5. Penjelasan singkat dalam kolom “keterangan” dapat dipindahkan kekolom yang sama diperkiraan.Kebanyakan penjelasan ini diabaikan.
    Sebagai gambaran, perhatikan contoh berikut.


2.6 Neraca Saldo


Adalah semua transaksi yang terjadi selama periode berjalan diposting yang berguna untuk memverivikasikan bahwa saldo debit dan saldo kredit jumlahnya sama dan saldo rekening yang ada diambil langsung dari saldo rekening buku besar yang belum dilakukan penyesuaian.




BAB III


PENUTUP



  1. Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menyediakan berbagai pelayanan kepada anggota masyarakat yang memerlukan.
  2. Siklus Akuntansi meliputi tahap pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan. Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu) dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlahnya masing-masing.
  3. Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai “the book of original entry”.
  4. Buku besar merupakan hasil dari analisis transaksi setelah jurnal. Buku besar adalah kumpulan dari akun–akun yang saling berhubungan dan merupakan suatu kesatuan, misalnya pada semua akun yang digunakan dalam pembukuan sebuah perusahaan.
  5. Neraca Saldo adalah semua transaksi yang terjadi selama periode berjalan diposting yang berguna untuk memverivikasikan bahwa saldo debit dan saldo kredit jumlahnya sama dan saldo rekening yang ada diambil langsung dari saldo rekening buku besar yang belum dilakukan penyesuaian



BAB IV

DAFTAR PUSTAKA


Machmud,Ali.1993.Pengantar Akuntansi 1.Jakarta:Gunadarma

Mulyati.1999.Siklus Akuntansi untuk tingkat 1 SMK.Jakarta:Yudistira

Ristanti,Euis.1999.Akuntansi.untuk SMU kelas 1.Bandung: Grafindo Media Pratama

Simangunsong.2005.Pengantar Akuntansi 1.Jakarta:FE UI
Selengkapnya...

Tugas 3 Manajemen Strategik (Softskill)

Jelaskan Model Analisis lingkungan Persaingan industri dari Michael Porter?


Jawab :


Porter menyatakan bahwa kelima kekuatan bersaing tersebut dapat mengembangkan strategi persaingan dengan mempengaruhi atau mengubah kekuatan tersebut agar dapat memberikan situasi yang menguntungkan bagi perusahaan.


Ruang lingkup kelima kekuatan bersaing tersebut, antara lain:


  1. Ancaman pendatang baru, yang dapat ditentukan dengan hambatan masuk ke dalam industri, antara lain, hambatan harga, respon incumbent, biaya yang tinggi, pengalaman incumbent dalam industri, keunggulan biaya, differensiasi produk, akses distribusi, kebijakan pemerintah dan switching cost.


  2. Kekuatan tawar-menawar pemasok, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tingkat konsentrasi pasar, diversifikasi, switching cost, organisasi pemasok dan pemerintah.


  3. Kekuatan tawar-menawar pembeli, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain differensiasi, konsentrasi, kepentingan pembeli, tingkat pendapatan, pilihan kualitas produk, akses informasi, dan switching cost.


  4. Ancaman produk subtitusi, yang ditentukan oleh harga produk subtitusi, switching cost, dan kualitas produk.


  5. Persaingan di dalam industri, yang ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu pertumbuhan pasar, struktur biaya, hambatan keluar industri, switching cost, pengalaman dalam industri, dan perbedaan strategi yang diterapkan.







Sebutkan meliputi apa saja yang dimaksud dengan halangan masuk dalam persaingan? Kemudian jelaskan pengertiannya (dua aspek saja)?


Jawab :

Hambatan untuk memasuki industri (entry baarier) :

  1. Skala ekonomi (economics scale) : skala ekonomi menghalangi masuknyapendatang baru dengan cara memaksa mereka untuk masuk pada skala besar.


  2. Diferensiasi produk (product differentiation) : diferensiasi produk menciptakan hambatan masuk dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi kesetiaan pelanggan yang ada.


  3. Persyaratan modal (capital requirement)

  4. Biaya peralihan pemasok (switching cost) : biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berppindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya.


  5. Akses ke saluran distribusi


  6. Kebijakan pemerintah




Jelaskan pengertian SWOT?



Jawab :


SWOT merupakan singkatan dari Strenght (kekuatan),Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), Threat (ancaman).


Strenght adalah kekuatan yang dimiliki sebuah perusahaan. Kekuatan yang dimaksud adalah suatu kelebihan yang dimiliki perusahaan dalam mengelola kinerja perusahaannya. Antara lain kekuatan dalam mengolah input (SDA, SDM, modal, dan manajemen) untuk menghasilkan output yang bernilai tinggi serta dapat bersang di dunia bisnis.


Weakness adalah kelemahan-kelemahan yang dimiliki perusahaan. Dalam hal ini setiap perusahaan harus mampu meminimalkan dampak kelemahan yang mereka miliki terhadap kinerja perusahaan. Mereka juga harus mampu menindaklanjuti kelemahan yang mereka miliki agar dapat menemukan solusi dan strategi yang jitu untuk menembus pasar.


Opportunity adalah peluang perusahaan untuk meningkatkan daya saing serta untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pemenuhan kebutuhan berupa produk-produk yang berkualitas di pasaran. Peluang ini juga digunakan untuk memperluas jaringan pemasaran produk yang mereka hasilkan.


Threat adalah ancaman bagi perusahaan baik itu dari luar maupun dari dalam. Ancaman yang datang dari dalam dapat berupa adanya perpecahan yang timbul akibat suatu perbedaan tujuan dan pandangan antara satu divisi dengan divisi lain atau salah paham antar individu atau kelompok dalam sebuah organisasi perusahaan. Ancaman yang datang dari luar dapat berupa penilaian seputar dimensi makro, faktor-faktor ekonomi ( naik turunnya harga bahan baku, krisis ekonomi ), sosial budaya, pasar, biaya, pesaing, pelanggan, pemerintah, politik dan teknologi



Buat contoh analisis SWOT pada suatu institusi/perusahaan?



Jawab :

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM) adalah perusahaan penyelenggara bisnis T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and Edutainmet) terbesar di Indonesia. Dengan portofolio yang terdiri dari sembilan anak perusahaan konsolidasi yang bergerak di bidang telepon tidak bergerak, seluler, aplikasi, konten, komunikasi data, property dan konstruksi, Telkom Group adalah salah satu dari perusahaan BUMN terbesar di Indonesia, yang memiliki sekitar Rp.139.104 miliar kapitalisasi pasar di BEI pada akhir tahun 2008. Telkom adalah pemain paling dominan dalam industri telekomunikasi.


Dari kondisi tersebut menarik kiranya bila mencari tahu bagaimana perencanaan strategis Telkom dalam menjalankan usahanya. Dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT dan PESTEL, maka kita akan mengetahui kondisi internal dan eksternal Telkom. Dari hasil tersebut akan dapat disimpulkan mengenai perencanaan strategis Telkom.


Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.


Strengths (Kekuatan)


  • Telkom memiliki kekuatan finansial yang besar. Hal ini memudahkan Telkom untuk melakukan investasi peralatan telekomunikasi yang mahal. Selain itu, mereka juga telah memiliki jaringan dan infrastruktur yang luas mencakup segenap wilayah tanah air sehingga memudahkan untuk melakukan ekspansi dan penetrasi pasar.


  • Sepanjang tahun 2008, jumlah pelanggan Perusahaan terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Jumlah pelanggan akses internet broadband, sambungan tidak bergerak nirkabel dan seluler mengalami pertumbuhan tahunan yang signifikan, masing-masing sebesar 168%, 100% dan 36%. Telkom terus mendominasi pasar domestik di produk-produk: seluler, sambungan tidak bergerak nirkabel dan akses internet broadband. Untuk produk seluler, pangsa pasar (per 31 Desember 2008) adalah 47.0% untuk Telkomsel, 26.0% untuk Indosat, dan 19.0% untuk Excelcomindo. Jumlah pelanggan Telkomsel sebanyak 65.3 juta, Indosat sebanyak 36.5 juta, dan Excelcomindo sebanyak 25,6 juta.


  • Pilihan produk dan cakupan serta beragam jenis layanan yang ditawarkan merupakan keunggulan strategis yang dimiliki Telkom. Kapasitas dan infrastruktur Telkom juga menyediakan landasan yang kokoh dalam memenuhi kebutuhan di masa mendatang untuk kecepatan, konektivitas dan pilihan yang lebih baik.


  • Dari sisi keuangan, Telkom terus menunjukkan arus kas yang kuat dan rasio hutang terhadap ekuitas yang sehat. Posisi ini memperkuat kemampuan Telkom untuk mengumpulkan modal guna pengembangan jika dan ketika dibutuhkan.


  • Sejumlah departemen dan instansi Pemerintah (tidak termasuk BUMN) membeli layanan Telkom sebagai pelanggan langsung, dengan termin yang dinegosiasikan secara komersil. Telkom tidak memberikan layanan secara cuma-cuma atau yang berbasis perusahaan sejenis. Telkom berurusan dengan berbagai departemen dan instansi Pemerintah sebagai pelanggan secara terpisah satu dengan lainnya.


Weakness (Kelemahan)


  • Jumlah pekerjanya terlampau besar; sehingga kurang efisien dan boros dalam anggaran untuk gaji pegawainya. Selain itu, sebagai BUMN, mereka juga relatif dibebani dengan beragam peraturan dan regulasi yang acap membuat mereka lamban dalam mengambil keputusan strategis. Juga intervensi dari pemerintah kadang membuat mereka juga tidak bisa bersikap dinamis dengan perubahan pasar.
  • Langkah strategis merger & akuisisi, investasi & divestasi serta pengelolaan anak perusahaan mengandung peluang dan risiko yang dapat mempengaruhi performansi keuangan perusahaan. Telkom masih memerlukan waktu untuk memastikan bahwa langkah-langkah strategis yang diambil membawa dampak positif bagi pertumbuhan perusahaan. Dalam hal ini langkah-langkah yang diambil tersebut dapat menimbulkan dampak negatif yang material bagi perusahaan.
  • Kepentingan Pemegang Saham Pengendali dapat berbeda dengan kepentingan Pemegang Saham Telkom lainnya. Pemerintah sebagai pemegang saham pengendali sebesar 52,47% dari jumlah saham Telkom yang diterbitkan dan beredar serta memiliki kemampuan untuk menentukan keputusan bagi hampir seluruh tindakan yang memerlukan persetujuan dari para pemegang saham Telkom. Pemerintah juga merupakan pemegang satu lembar saham Dwiwarna Telkom, yang memiliki hak suara khusus dan hak veto untuk hal tertentu, termasuk pemilihan dan pemberhentian Direksi dan Komisaris Telkom.
  • Kebocoran Pendapatan berpotensi terjadi akibat kelemahan internal dan masalah eksternal dan jika terjadi dapat menimbulkan kerugian pada hasil usaha Telkom. Dalam operasional pelayanan pelanggan sejak saat proses aktivasi awal sebagai pelanggan, penggunaan fasilitas teleomunikasi, proses billing hingga proses penagihan dan pembayaran tagihan terdapat beberapa titik potensi kebocoran pendapatan yang disebabkan oleh kemungkinan terjadinya kelemahan kontrol pada level transaksi, kemungkinan terlambatnya proses transaksi dan kemungkinan adanya kecurangan yang dilakukan oleh pelanggan. Telkom telah melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kebocoran pendapatan melalui peningkatan fungsi kendali pada bisnis proses yang ada saat ini, mengimplementasikan metoda revenue assurance, menerapkan kebijakan dan prosedur yang memadai, serta mengimplemetasikan sistem informasi atau aplikasi untuk mencegah terjadinya kebocoran pendapatan. Namun demikian hal tersebut tidak menjamin di kemudian hari tidak terjadi risiko kebocoran pendapatan yang jika terjadi akan dapat menimbulkan dampak buruk pada hasil usaha Telkom.


Opportunity (Peluang)


  • Industri telekomunikasi dan informasi akan terus memiliki peranan penting di Indonesia seiring pertumbuhan yang berkesinambungan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh sebab itu, inovasi dan strategi investasi didasari oleh pandangan jangka panjang untuk menempatkan posisi Telkom di industri yang senantiasa berubah dengan cepat serta memastikan bahwa Telkom selalu menjadi pemimpin pasar.


  • Undang-undang No. 11/2008 terkait dengan transaksi dan informasi secara elektronik, memungkinkan Telkom dapat memperluas peluang usaha di bidang informasi dan transaksi elektronik, termasuk e-payment.

  • Permintaan masyarakat yang tinggi akan akses internet merupakan pasar yang sangat potensial. Selain itu jumlah penduduk Indonesia yang besar, dan baru sedikit yang telah memiliki akses broadband internet, tentu merupakan peluang pasar yang sangat baik bagi pertumbuhan bisnis Telkom. Telkom memiliki perkembangan teknologi internet yang sangat pesat di Indonesia.


Threats (Ancaman)


  • Masyarakat semakin menuntut mobilitas dan fleksibilitas dari alat komunikasinya, telepon rumah “tradisional” tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan adanya perubahan terhadap gaya hidup migrasi ke arah seluler dan pilihan produk mobile lainnya tidak lagi dapat dihentikan dan kondisi tersebut dapat berdampak pada bisnis telepon tidak bergerak kabel. Saat ini Telkom masih menguasai 90% dari pangsa pasar yang dan bisnis telepon tradisional dan menjadi pendapatan utama Telkom.


  • Kondisi persaingan akan menjadi semakin ketat, para operator bertarung untuk mendapatkan pelanggan-pelanggan yang jumlahnya makin kecil. Semakin kompetitifnya pasar telekomunikasi Indonesia sebagai akibat dari reformasi peraturan pemerintah. Menurut Komisaris Utama Telkom, tekanan persaingan dan berbagai perubahan regulasi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan pendapatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dalam tiga tahun terakhir, persaingan yang berkenaan dengan bisnis multimedia, internet, dan layanan yang terkait dengan komunikasi data semakin ketat terutama sehubungan dengan dikeluarkannya lisensi baru sebagai hasil dari deregulasi industri telekomunikasi Indonesia. Telkom memperkirakan persaingan ini akan terus berlanjut dan semakin ketat. Penyedia layanan multimedia, internet dan layanan yang terkait dengan komunikasi data di Indonesia pada dasarnya bersaing dalam hal harga, rentang layanan yang disediakan, kualitas jaringan, jangkauan jaringan dan kualitas layanan kepada pelanggan.


  • Reformasi menghasilkan regulasi baru yang berlaku mulai bulan September 2000, yang dimaksudkan untuk meningkatkan persaingan dengan penghapusan monopoli, meningkatkan transparansi dan memberi gambaran mendatang yang jelas tentang kerangka regulasi, menciptakan peluang bagi aliansi strategis dengan mitra asing dan memfasilitasi masuknya pemain baru dalam industri telekomunikasi.


  • Pada bulan Desember 2007, Menkominfo mengeluarkan keputusan No. 43/2007 yang menuntut pembukaan akses jaringan telepon tidak bergerak kabel dan jaringan telepon tidak bergerak nirkabel untuk operator lain sebelum tenggat waktu itu apabila Indosat atau operator berlisensi lainnya mencapai ambang batas jumlah pelanggan tertentu. Berdasarkan keputusan ini, Telkom diwajibkan membuka akses jaringan telepon tidak bergerak nirkabel kepada Indosat atau operator berlisensi lainnya yang mencapai jumlah pelanggan setara 30% untuk Indosat atau 15% untuk operator lain dari jumlah pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel Telkom. Telkom diwajibkan pula membuka akses jaringan telepon tidak bergerak kabel dan jaringan telepon tidak bergerak nirkabel kepada Indosat atau operator berizin lainnya yang mencapai jumlah pelanggan layanan terminal telepon tidak bergerak kabel dan telepon tidak bergerak nirkabel setara 15% dari gabungan pelanggan Telkom. Pada bulan September 2007, Menkominfo menerbitkan lisensi SLI kepada Bakrie Telecom dengan kode akses internasional ”009”. Pada tanggal 16 Desember 2008, Menkominfo juga menerbitkan lisensi SLJJ kepada Bakrie Telecom, sehingga menambah jumlah operator SLJJ menjadi tiga operator. Akibat hal tersebut dua operator lainnya yaitu Telkom dan Indosat diwajibkan untuk membuka kode akses SLJJ masing-masing untuk penyelenggara jaringan tetap tidak bergerak lokal di setiap kode area yang memenuhi persyaratan jumlah LIS.


  • Tidak ada jaminan bahwa situasi politik di Indonesia akan stabil atau Pemerintah akan menerapkan kebijakan ekonomi yang kondusif untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi atau yang tidak berdampak negatif terhadap kondisi regulasi telekomunikasi pada saat ini.


  • Kemungkinan krisis keuangan global akan berdampak buruk secara material terhadap Telkom. Indonesia telah merasa efek krisis keuangan global. Laju inflasi meningkat, negara-negara pengimpor menurunkan pesanannya dan nilai ekspor ikut menurun. Beberapa perusahaan melaksanakan program-program penurunan jumlah karyawan dan cuti tanpa gaji. Seluruh faktor tersebut mengakibatkan penurunan tingkat pembelanjaan konsumen, yang telah berdampak negatif terhadap pendapatan Telkom.


  • Jaringan Telkom, khususnya jaringan akses kabel , dapat menghadapi potensi ancaman keamanan, seperti pencurian atau vandalisme yang dapat berdampak pada hasil usahanya.


  • Adanya teknologi telpon seluler telah menggerus pendapatan Telkom dalam produk telpon tetap di rumah (fixed phone). Jika kecenderungan ini terus berlanjut, maka pendapatan mereka dari telpon rumah bisa hilang atau lenyap sama sekali dan ini sangat membahayakan bisnis mereka, sebab sebagian besar pendapatan mereka disumbang oleh telpon rumah. Selain itu, adanya teknologi-teknologi baru yang mulai hadir seperti WIMAX tentu akan mengancam kelangsungan bisnis mereka jika mereka tidak adaptif terhadap kemajuan teknologi itu.


  • Sebagai BUMN, mereka juga relatif dibebani dengan beragam peraturan dan regulasi yang acap membuat mereka lamban dalam mengambil keputusan strategis. Juga intervensi dari pemerintah kadang membuat mereka juga tidak bisa bersikap dinamis dengan perubahan pasar.


( sumber: http://gadingmahendradata.wordpress.com/2009/12/11/analisis-swot-dan-pestel-pt-telekomunikasi-indonesia-tbk/ )
Selengkapnya...

 
Copyright 2009 Andhana's Blog. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemesfree